Pencarian

Thailand Luncurkan Kampanye Amazing Locations, Bidik Wisata Film

Jumat, 11 September 2026 • 20:37:01 WIB
Thailand Luncurkan Kampanye Amazing Locations, Bidik Wisata Film
Wisatawan menikmati lanskap Thailand yang menjadi latar sejumlah produksi film internasional.

DI YOGYAKARTA — Tourism Authority of Thailand (TAT) resmi meluncurkan kampanye "Amazing Locations: From Scene to Scenic" pada tahun ini. Langkah itu diambil setelah fenomena set-jetting, yakni wisatawan yang merencanakan perjalanan berdasarkan lokasi yang mereka lihat di layar, terus menguat di kalangan pelancong global.

Deputi Gubernur TAT Nithee Seeprae menyebut kampanye ini sebagai jembatan antara industri film dan sektor pariwisata. Filmmaker didorong memakai lanskap Thailand sebagai latar sinematik, sementara wisatawan diarahkan ke lokasi nyata yang mereka kenali dari film atau serial.

Set-jetting dan Bukti Angka dari Koh Samui

Seeprae memaparkan data konkret yang mendasari strategi ini. Setelah Koh Samui muncul di musim ketiga "The White Lotus", minat daring terhadap destinasi tersebut melonjak 88% dan reservasi hotel di pulau itu tumbuh 44%.

Dampak serupa, katanya, juga terlihat dari judul lain seperti "The Hangover Part II" dan "Jurassic World: Rebirth". Produksi terbaru yang syuting di Thailand mencakup blockbuster Bollywood "Dhurandhar", "Send Help" garapan Sam Raimi, sekuel survival "Fall 2: Deadpoint", hingga "John Rambo".

"Kami melihat langsung bagaimana sebuah film atau serial yang menampilkan suatu tempat memberi manfaat nyata bagi destinasi dan komunitas lokal," ujar Seeprae. "Itu benar-benar menginspirasi orang untuk bepergian, dan kami melihat tarikan itu secara langsung, penonton menempatkan Thailand di daftar wajib kunjung mereka karena jatuh cinta lewat layar lebih dulu."

Rebate Tunai dan Infrastruktur Produksi

Program rebate tunai Thailand dikelola Departemen Pariwisata, bukan TAT, tetapi dipromosikan sebagai bagian dari daya tarik negara itu bagi produksi global. Sejauh ini program tersebut telah menarik lebih dari 100 produksi asing dengan nilai lebih dari THB20 miliar atau setara US$608 juta.

Dana itu mengalir ke kru Thailand dan ekonomi lokal. TAT juga menonjolkan kekuatan kru lokal, infrastruktur produksi, fasilitas studio, dan program insentif sebagai pilar utama penawaran mereka ke industri film internasional.

Fokus ke Lokasi yang Belum Tersentuh

Kampanye tahun ini menyasar lokasi yang belum banyak dieksplorasi, bukan sekadar mengulang tempat yang sudah dikenal penonton internasional. Seeprae menyebut provinsi-provinsi Isan seperti Nong Khai, Bueng Kan, dan Ubon Ratchathani, serta Nakhon Si Thammarat di selatan.

Ia merujuk karya sutradara Apichatpong Weerasethakul sebagai bukti bahwa sinema bisa memberi sebuah kawasan "tempat dalam imajinasi dunia". Sebagai bagian kampanye, TAT menjalankan perjalanan yang membawa filmmaker, produser, influencer, dan figur budaya ke lokasi-lokasi tersebut melalui jalur B2B untuk logistik produksi dan B2C untuk wisatawan.

Kru Lokal Naik Kelas ke Proyek US$100 Juta

Nicholas Simon, pendiri dan produser Indochina Prods., menyaksikan langsung pertumbuhan basis kru lokal Thailand. Ia menyebut kru yang 15 tahun lalu bekerja sebagai koordinator transportasi kini menjadi line producer untuk proyek bernilai lebih dari US$100 juta.

Simon menunjuk nominasi Thailand di Creative Emmys lewat "The White Lotus" dan "Alien: Earth", serta desainer kostum asal Thailand dari "The Creator" yang kini menjadi voting member Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

Menurut Simon, "The White Lotus" dan "Alien: Earth" mengubah cara Hollywood memandang Thailand, bukan lagi sekadar pengganti lokasi lain. Ia menambahkan, insentif film telah mendorong gelombang produksi yang menulis cerita Thailand untuk Thailand.

Ia menyebut wilayah seperti Songkla, Ranong, serta formasi batu alami di utara dan timur laut masih menyimpan banyak lokasi belum tergarap. Film "The Creator" saja syuting di 17 dari 76 provinsi Thailand.

Ambisi Jadi Gelombang Asia Berikutnya

Kematangan sektor produksi mendorong Indochina masuk ke konten orisinal lewat venture baru mereka, TSixtySix. Produser Cod Satrusayang, head of studio TSixtySix, menyebut dengan dukungan dan cerita yang tepat, Thailand bisa menjadi gelombang Asia berikutnya setelah Korea Selatan.

Klien yang dulu datang ke Thailand murni untuk jasa produksi, kata Satrusayang, kini mulai menanyakan cerita lokal. Celah terbesar yang tersisa menurutnya adalah talenta penulisan skenario yang mampu bekerja dalam struktur, sementara platform streaming yang berani mendukung genre di luar horor dan romansa ikut mengubah lanskap pengembangan konten.

TSixtySix menyiapkan film heist yang rilis awal tahun depan dan drama coming-of-age yang mulai syuting akhir Januari. Satrusayang memprediksi permintaan konten Thailand akan terus naik.

Kampanye ini menegaskan posisi Thailand di pasar produksi Asia Tenggara yang semakin kompetitif, bersaing dengan Korea Selatan dan Jepang dalam menarik produksi internasional sekaligus memonetisasi dampak layar menjadi kunjungan wisata nyata.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks