YOGYAKARTA — Perhelatan musik tahunan Cherrypop Festival memasuki babak kelima dengan sejumlah perubahan signifikan. Setelah empat edisi sebelumnya digelar di berbagai lokasi di Kota Yogyakarta, festival ini untuk pertama kalinya berpindah ke Candi Prambanan pada 22–23 Agustus 2026.
Tema "Repelita Musik" yang diusung tahun ini menjadi penanda babak baru perjalanan festival tersebut. Meski lokasi dan tema berganti, format yang dipertahankan tetap sama: musik sebagai pintu masuk untuk merayakan ekosistem kreatif anak muda.
Dari Mana Cherrypop Festival Bermula?
Cherrypop pertama kali digelar pada 2022. Kala itu, festival ini masih berupa perayaan musik berskala kecil yang digagas oleh sekelompok pegiat musik dan kreator lokal di Jogja.
Sejak awal, gagasan yang diusung bukan sekadar menggelar konser. Cherrypop dirancang sebagai ruang temu yang mempertemukan musisi, seniman visual, perekam video, hingga pelaku industri kreatif lain dalam satu ekosistem.
Perjalanan dari panggung kecil menuju Candi Prambanan menunjukkan bagaimana skena musik independen di Jogja terus bertumbuh dalam empat tahun terakhir.
Apa yang Berbeda di Cherrypop 2026?
Program tahun ini dinilai lebih berani dengan menghadirkan format special set dan kolaborasi yang jarang terjadi di festival lain. FSTVLST misalnya, akan membawakan album "Paradoks Diametral" secara utuh dari awal hingga akhir.
Reality Club juga tampil dengan special set album "What Do You Really Know?", sementara Jimi Multhazam akan membawa proyek solonya yang diberi nama Mollydenvm ke panggung Cherrypop untuk pertama kalinya.
Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi utama juga menjadi daya tarik tersendiri. Perpaduan musik kontemporer dengan latar candi bersejarah diharapkan memberi pengalaman berbeda bagi penonton.
Mengapa Cherrypop Disebut "Lebaran Skena"?
Sejak edisi pertamanya, Cherrypop kerap disebut sebagai "Lebaran Skena" oleh para pegiat musik di Jogja. Sebutan itu muncul karena festival ini menjadi momen berkumpulnya orang-orang dari berbagai kota yang selama setahun beraktivitas di luar daerah.
Setiap tahun, Cherrypop datang dengan tema berbeda. Namun semangatnya tidak pernah berubah: merayakan musik, kreativitas, dan orang-orang di baliknya.
Konsistensi ini yang membuat Cherrypop bukan sekadar festival tahunan. Ia telah menjadi bagian dari cerita perjalanan musik dan budaya anak muda di Jogja, sekaligus barometer kesehatan skena musik independen di Indonesia.