GUNUNGKIDUL — Bayoga Yusuf telah terdaftar sebagai peserta PBI JK sejak 2017. Pria yang berprofesi sebagai pedagang sekaligus penyuplai alat-alat pertanian ini pertama kali mengaktifkan layanan JKN untuk kegawatdaruratan batu ginjal pada 2019.
Penyakit batu ginjal yang dideritanya kambuh dengan waktu tidak menentu. Dalam setahun, keluhan itu bisa muncul sekali, bahkan kadang baru dirasakan lagi setelah dua tahun.
"Biasanya itu kalau pas kegawatdaruratan ke IGD. Biasanya, penyakit saya hanya satu, yaitu batu ginjal. Itu mulai aktif saya gunakan dari 2019 sampai sekarang," terang Yoga saat ditemui di RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta, Jumat (18/09).
Tindakan Laser Dijalani Setelah Batu Tidak Keluar Selama 8 Hari
Pada kondisi terakhir, batu ginjal yang dialami Yoga tidak keluar sendiri selama delapan hari. Ia pun menjalani tindakan laser pada Juli 2026.
Biaya tindakan medis tersebut dijamin melalui Program JKN. Pengobatan lanjutan dan kontrol setelah operasi juga ditanggung BPJS Kesehatan.
"Setelah tindakan laser kemarin, saya sudah tiga kali kontrol sampai sekarang. Katanya, saya disuruh kontrol setiap satu tahun sekali paling enggak untuk cek ada batunya atau tidak. Semua biaya kontrol juga dijamin BPJS Kesehatan," tuturnya.
Layanan di Sejumlah Rumah Sakit Dinilai Konsisten
Yoga telah memanfaatkan layanan JKN di sejumlah rumah sakit. Dari pengalaman itu, ia menilai pelayanan yang diterima sama baiknya, baik saat pemeriksaan, tindakan medis, maupun pemulihan.
Keramahan tenaga medis menjadi salah satu hal yang membuatnya nyaman selama mengakses layanan kesehatan.
"Kalau dari saya pribadi belum pernah merasakan kecewa dari Program JKN. Walaupun kepesertaan JKN saya dari pemerintah [PBI JK], tetap nyaman menurut saya. Belum pernah ada kendala sama sekali, layanannya bagus," ujarnya.
"Tidak pernah ada perawat maupun petugas administrasi yang menunjukkan raut wajah kurang menyenangkan. Semuanya ramah dan belum pernah ada yang bersikap galak kepada saya," lanjutnya.
Mobilitas Kerja Tinggi, Jaminan Kesehatan Jadi Penopang
Aktivitas pekerjaan Yoga menjangkau beberapa wilayah, mulai dari Bantul, Sleman, Kulon Progo, hingga Sragen. Mobilitas tinggi itu membuat kondisi kesehatan menjadi hal yang perlu dijaga.
Kehadiran Program JKN membuat Yoga merasa lebih tenang ketika harus mendapatkan pengobatan. Ia berharap program tersebut dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat sehingga semakin banyak orang memiliki perlindungan jaminan kesehatan.