Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta menggelar razia gabungan di blok hunian warga binaan bersama TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Penggeledahan menyasar kamar hunian beserta fasilitas di sekitarnya, mulai dari tempat tidur, rak barang, plafon, hingga barang pribadi warga binaan. Petugas tidak menemukan narkoba, tetapi menyita sejumlah benda yang dilarang beredar di kamar hunian.
YOGYAKARTA — Kepala Lapas Yogyakarta Marjiyanto menyatakan razia digelar untuk memastikan lingkungan lapas tetap kondusif dan bebas dari peredaran narkoba maupun barang terlarang. Pemeriksaan melibatkan personel dari tiga instansi berbeda sekaligus.
"Penggeledahan dilakukan secara profesional, teliti, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis," kata Marjiyanto di Yogyakarta.
Barang yang Disita: Piring Kaca, Cermin, hingga Potongan Cutter
Penggeledahan difokuskan pada kamar hunian warga binaan beserta fasilitas di sekitarnya. Petugas memeriksa area tempat tidur, rak barang, plafon, sampai barang pribadi penghuni.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan adanya narkoba. Namun sejumlah benda yang dilarang di kamar hunian tetap disita.
"Ada juga sendok dan gelas stainless, potongan besi, potongan cutter, gulungan kabel, serta korek api," ujar Marjiyanto.
Benda berbahan kaca seperti piring, cermin, dan botol parfum turut diamankan karena berpotensi disalahgunakan. Barang-barang tersebut dinilai bisa menjadi alat bantu pelanggaran aturan di dalam blok hunian.
Hasil Tes Urine Acak Seluruhnya Negatif Narkotika
Selain penggeledahan kamar, warga binaan dan petugas menjalani tes urine secara acak. Seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif narkotika.
Hasil ini memperkuat temuan lapangan bahwa tidak ada indikasi peredaran narkoba di lingkungan lapas pada razia kali ini. Pemeriksaan menyasar dua sisi sekaligus: penghuni dan petugas yang bertugas mengawasi.
Sinergi Lintas Instansi untuk Pemeriksaan Berkala
Komandan Rayon Militer 05/Pakualaman Mayor Inf. Nuryanto menyebut razia gabungan sebagai bagian dari sinergi antar-instansi untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
"Pengawasan dan pemeriksaan berkala tetap penting untuk memastikan aturan Lapas maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tetap dipatuhi," kata Nuryanto.
Keterlibatan TNI, Polri, dan BNN dalam razia menunjukkan pengawasan lapas tidak berjalan sendiri. Setiap instansi punya peran dalam memastikan tidak ada celah masuknya barang terlarang.
Razia Akan Terus Dilakukan secara Berkala
Pihak Lapas Yogyakarta memastikan razia dan pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembinaan dan pengawasan.
Tujuannya, menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi warga binaan. Razia gabungan juga menjadi alat deteksi dini sebelum potensi gangguan keamanan membesar.