YOGYAKARTA — Deretan stan UMKM memenuhi Alun-alun Selatan sejak dua hari terakhir. Hidangan yang jarang ditemui di pasaran, seperti olahan berbasis bahan pangan lokal dari berbagai daerah, menjadi perhatian pengunjung muda maupun wisatawan.
Festival Pariwisata Mustika Rasa ini digagas PDI Perjuangan sebagai upaya menghidupkan kembali kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat.
Kuliner Langka yang Mulai Sulit Ditemui
Berbeda dengan festival kuliner pada umumnya, ajang ini menghadirkan hidangan tradisional yang kian jarang dijumpai. UMKM yang terlibat tidak hanya dari Yogyakarta, tetapi juga membawa resep khas dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kehadiran makanan berbasis pangan lokal dinilai relevan dengan selera generasi muda. Lewat festival ini, pengunjung diajak mengenal kekayaan bahan pangan Indonesia yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya.
Warisan Bung Karno dalam 1.000 Resep
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pariwisata, Wiryanti Sukamdi, menyebut kedaulatan pangan merupakan warisan pemikiran Bung Karno yang terdokumentasi dalam buku monumental Mustika Rasa. Buku karya Presiden RI pertama itu memuat lebih dari 1.000 resep dari Sabang sampai Merauke.
"Kedaulatan Pangan merupakan warisan pemikiran Bung Karno yang terdokumentasi dalam buku monumental Mustika Rasa karya Presiden RI Pertama ini," ujar Wiryanti di sela acara.
Tidak sekadar tata cara memasak, buku tersebut juga mengungkap kandungan gizi, teknik pemotongan, hingga peralatan tradisional yang digunakan dalam setiap hidangan.
Ajakan Berbagi untuk Korban Gempa NTT
Semangat festival tidak berhenti pada pameran kuliner. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, mengajak masyarakat untuk berbagi kepada sesama yang tengah dilanda bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.
"Melalui semangat Festival Mustika Rasa untuk berbagi kepada sesama yang dilanda bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur," kata Esti.
Pengunjung yang hadir pun dapat menyalurkan bantuan melalui posko yang disediakan panitia. Festival ini juga menyisipkan ajakan hidup sehat dengan menggalakkan senam dan olahraga yang didukung pangan sehat, sebagai bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat.