DI YOGYAKARTA — Kemenangan telak ini membuat koleksi poin Indonesia di Grup A menjadi enam angka, menyusul kemenangan sebelumnya atas Filipina. Skuad asuhan Nova Arianto kini unggul tiga poin dari pesaing terdekatnya dan berada di jalur yang tepat untuk melaju ke babak semifinal.
Welber Jardim Akhirnya Tampil Penuh, Jadi Kreator Serangan
Keputusan Nova Arianto menurunkan Welber Jardim sebagai starter sejak menit pertama langsung membuahkan hasil. Gelandang berusia 19 tahun itu menjadi otak serangan Indonesia, mengisi lini tengah bersama Muhammad Isfyandar.
Pengalaman Welber terlihat dari visi bermainnya. Umpan terobosan matang yang ia berikan kepada Reno Salampessy pada menit ke-42 menjadi kunci terciptanya gol pembuka. Servis itu memberi ruang bagi Reno untuk melepaskan sontekan yang tak mampu dihalau kiper Timor Leste.
Arkhan Kaka: Dari Bangku Cadangan Jadi Pahlawan Kemenangan
Dimasukkan pada babak kedua, Arkhan Kaka langsung menjadi momok bagi pertahanan lawan. Striker Persis Solo itu mencetak gol ketiga Indonesia pada menit ke-65, memanfaatkan situasi transisi cepat.
Kaka tak hanya mencetak gol. Kecepatan dan pergerakannya saat melakukan serangan balik beberapa kali membuat barisan belakang Timor Leste kalang kabut. Ia menjadi pembeda yang dicari Nova Arianto untuk mematikan perlawanan lawan.
I Putu Panji, Tembok Kokoh yang Tak Tersentuh Rotasi
Di lini belakang, I Putu Panji kembali menunjukkan konsistensinya. Bek asal Bali United ini menjadi satu-satunya pemain yang selalu tampil sebagai starter di dua laga awal, tanpa tersentuh kebijakan rotasi.
Ketenangan Panji dalam mengkoordinasi rekan-rekannya di lini pertahanan menjadi faktor krusial. Ia berhasil menggagalkan berbagai upaya serangan Timor Leste dan memastikan gawang Indonesia tidak kebobolan untuk kedua kalinya secara beruntun di turnamen ini.
Gol kedua Indonesia sendiri dicetak oleh Irpan Siregar pada menit ke-61, memanfaatkan kemelut di depan gawang. Kemenangan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu favorit juara grup.