DI YOGYAKARTA — Napoli mengamankan posisi runner-up klasemen musim ini setelah gol cepat Rasmus Højlund pada menit ke-23 memastikan kemenangan 1-0 atas Udinese di Stadio Diego Armando Maradona. Namun, euforia kemenangan itu langsung berubah menjadi kejutan ketika Conte mengumumkan kepergiannya dalam konferensi pers usai pertandingan, ditemani presiden klub Aurelio De Laurentiis.
Alasan di Balik Keputusan: "Saya Gagal Menyatukan Semua"
Conte mengungkapkan bahwa ia sudah mengambil keputusan ini sejak sebulan lalu. "Saya menelepon ketua klub dan berkata: 'Mengingat persahabatan kita, saya rasa waktu saya di sini sudah berakhir.' Keputusan ini murni dari saya," ujarnya.
Pelatih yang pernah menangani Chelsea dan Timnas Italia itu menyebut kekalahan dari Bologna bulan ini sebagai titik balik. Ia mengkritik kebijakan rekrutan Januari yang menimbulkan gesekan dengan skuad lama. "Saya melihat situasi yang tidak saya sukai. Ada terlalu banyak racun, terlalu banyak kebencian. Saat Anda tidak bisa lagi bekerja dengan tenang, itu adalah langkah mundur bagi saya," tambah Conte.
Meski demikian, Conte mengaku bangga bisa membawa Napoli juara di musim perdananya dan finis kedua musim ini. "Ada kepuasan, kehormatan, dan prestise dalam apa yang saya raih di sini. Saya berterima kasih pada De Laurentiis," pungkasnya.
Como dan Roma ke Liga Champions, Milan dan Juventus Tersingkir
Di sisi lain, hari Minggu juga menjadi saksi sejarah bagi Como. Klub milik keluarga Hartono itu untuk pertama kalinya lolos ke Liga Champions setelah menghajar Cremonese 4-1. Cremonese sendiri harus turun kasta ke Serie B musim depan.
Kemenangan Como, ditambah kekalahan mengejutkan AC Milan 1-2 dari Cagliari di San Siro, memastikan posisi keempat bagi anak asuh Cesc Fàbregas. Sementara itu, AS Roma mengamankan tiket ketiga ke Liga Champions setelah menang 2-0 atas Verona yang sudah terdegradasi.
Kericuhan Suporter Tunda Derby Turin
Laga Juventus kontra Torino sempat tertunda lebih dari satu jam karena alasan keamanan publik. Bentrokan antar suporter terjadi sebelum pertandingan, mengakibatkan satu pendukung Juventus dilarikan ke rumah sakit. Insiden ini menambah kelam akhir pekan bagi raksasa Italia yang gagal finis di empat besar.
Villarreal Puncaki La Liga dengan Kemenangan Telak
Di Spanyol, Villarreal finis di peringkat ketiga La Liga setelah menghancurkan Atlético Madrid 5-1 di laga terakhir. Ini adalah posisi tertinggi Villarreal dalam 13 tahun terakhir. Pelatih Marcelino García Toral pamit dengan kemenangan manis, meninggalkan The Yellow Submarine di posisi yang aman untuk kembali ke Liga Champions.