Pencarian

Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat di Bali Menangis Saat Prabowo Berkunjung, Cerita Perjuangan Anak Putus Sekolah

Minggu, 07 Juni 2026 • 20:19:02 WIB
Orang Tua Siswi Sekolah Rakyat di Bali Menangis Saat Prabowo Berkunjung, Cerita Perjuangan Anak Putus Sekolah
Ida Ayu Putu Indra Suandewi menangis haru saat Presiden Prabowo mengunjungi SRMP 17 Tabanan.

DI YOGYAKARTA — Ida Ayu Putu Indra Suandewi menangis terharu ketika Presiden Prabowo mendekat dan menenangkannya. Anaknya, Ni Kadek Duwik Lestari, adalah salah satu pelajar di SRMP 17 Tabanan yang didirikan pemerintah untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.

"Terima kasih bapak presiden anak bisa saya sekolah di sini, mengucapkan terima kasih," kata Ida Ayu di hadapan Prabowo, seperti dikutip dari keterangan resmi.

Kuli Bangunan dan Petani: Latar Belakang Ekonomi Orang Tua Siswa

Ni Kadek Duwik Lestari mengaku sang ayah bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu. Saat ditanya soal cita-cita, gadis itu menjawab ingin menjadi guru penari. Prabowo pun memberikan semangat langsung.

"Cita-cita jadi guru menari," ujar Kadek.

"Bagus sekali," jawab Prabowo.

Kisah serupa datang dari calon siswi lain, Ni Kadek Aryani. Ia sudah dua tahun putus sekolah setelah lulus SD karena masalah ekonomi. Ayahnya bekerja sebagai petani dengan penghasilan Rp 100.000 per hari, bahkan sering di bawah angka itu. Aryani tinggal di rumah nenek.

Program Sekolah Rakyat: Jalan Kembali ke Kelas bagi Anak Miskin

Aryani mengaku senang saat petugas pengawas melakukan pendataan untuk Sekolah Rakyat. Ia akhirnya bisa kembali bersekolah dan belajar setelah lama menanti.

"Terima kasih sekali kepada Pak Presiden," pungkas Aryani.

Kunjungan Prabowo ke SRMP 17 Tabanan menjadi momen emosional yang menyoroti dampak langsung kebijakan pendidikan bagi warga miskin. Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak yang tidak mampu dan putus sekolah, dengan kurikulum yang disesuaikan dan biaya gratis.

Reaksi Publik dan Tindak Lanjut Pemerintah

Momen tangis haru itu viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Publik menilai program ini sebagai solusi konkret atas tingginya angka putus sekolah di daerah terpencil. Pemerintah hingga saat ini terus memperluas pendirian Sekolah Rakyat di berbagai provinsi, dengan target menjangkau 10.000 siswa pada tahun ajaran mendatang.

Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pendidikan mengenai jadwal pendaftaran gelombang berikutnya. Namun, kunjungan presiden langsung ke lokasi menunjukkan komitmen tinggi terhadap program ini.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks