DI YOGYAKARTA — Bertanding di Singapore Indoor Stadium, Alwi menang dua gim langsung atas Naraoka dengan skor 21-12 dan 21-17. Laga berlangsung selama 56 menit. Kemenangan ini sekaligus menjadi ajang pembalasan bagi Alwi atas kekalahan sebelumnya dari Naraoka di Kejuaraan Asia.
Kunci Kemenangan: Gim Pertama Dominan, Gim Kedua Tenang
Alwi tampil trengginas sejak awal. Ia mendominasi gim pertama dengan keunggulan 21-12, membuat Naraoka tak berkutik. Memasuki gim kedua, perlawanan sengit Naraoka sempat terjadi, namun Alwi mampu menjaga ritme dan menutup laga 21-17.
“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750,” ujar Alwi usai pertandingan. Ketenangan dan strategi matang menjadi kunci keberhasilannya di turnamen ini.
Jalan ke Semifinal: Kalahkan Shi Yu Qi di 16 Besar
Perjalanan Alwi menuju semifinal terbilang gemilang. Sebelum menyingkirkan Naraoka, ia membuat kejutan besar di babak 16 besar. Alwi berhasil mengalahkan pemain nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, dalam laga sengit tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, 21-14 yang berlangsung selama 75 menit.
Selain Shi Yu Qi, Alwi juga sukses menaklukkan wakil Prancis, Toma Popov, yang menduduki peringkat 16 BWF. Rangkaian hasil positif ini menunjukkan konsistensi dan mental juara yang dimiliki pebulutangkis muda Indonesia tersebut.
Sinyal Regenerasi di Sektor Tunggal Putra
Pencapaian Alvi Farhan di Singapore Open 2026 bukan sekadar kemenangan pribadi. Prestasi ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi di sektor tunggal putra Indonesia berjalan baik. Dengan usia yang masih relatif muda, Alwi dinilai memiliki prospek cerah untuk menjadi andalan utama Indonesia di kancah internasional.
Keberhasilannya menembus semifinal Super 750 menjadi bukti bahwa talenta muda Tanah Air mampu bersaing dengan pemain-pemain top dunia. Langkah Alwi selanjutnya akan dinantikan publik bulutangkis Indonesia.