DI YOGYAKARTA — Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa percepatan transformasi menjadi kunci agar BUMN kelistrikan itu semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional. "Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (7/6/2026).
Dua Tahun Konsolidasi, 21 Entitas Dilepas
Untuk mencapai target tersebut, PLN akan melepas kepemilikan pada 21 anak usaha dalam dua tahun mendatang. Prosesnya dilakukan melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi, dan penyederhanaan struktur usaha.
Program streamlining ini menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan jajaran direksi PLN dengan Dony Oskaria. Selain mengevaluasi transformasi perusahaan, PLN juga memaparkan perkembangan pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, yang menjadi peta jalan pengembangan sektor ketenagalistrikan nasional.
Pupuk Indonesia Ikut Merampingkan Portofolio
Tidak hanya PLN, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga menyiapkan pengurangan signifikan jumlah anak usaha dalam beberapa tahun ke depan. Langkah serupa ditempuh melalui konsolidasi, divestasi, dan restrukturisasi portofolio bisnis.
Kedua BUMN ini menjadi contoh awal dari gelombang perampingan yang didorong pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan mempertajam fokus bisnis inti perusahaan. Langkah ini diharapkan mampu membuat BUMN lebih lincah dan efisien dalam menjalankan operasionalnya.
Dengan pemangkasan ini, PLN menargetkan struktur usaha yang lebih ramping dan fokus pada bisnis utama kelistrikan. Sementara itu, Pupuk Indonesia diharapkan dapat lebih berkonsentrasi pada produksi dan distribusi pupuk nasional yang menjadi tugas pokoknya.