SLEMAN — Skema pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Sleman tahun ini mengalami perubahan signifikan. Para jemaah tidak lagi diwajibkan singgah di asrama haji setelah tiba di bandara. Proses debarkasi kini langsung dilakukan di Yogyakarta International Airport (YIA) sehingga jemaah bisa segera dijemput keluarga dan pulang ke kediaman masing-masing.
Langsung ke Pelukan Keluarga, Tak Perlu Nginep di Asrama
Perubahan prosedur ini langsung dirasakan oleh jemaah kloter pertama yang tiba dalam beberapa hari terakhir. Jika pada musim haji sebelumnya jemaah harus menunggu proses administrasi dan istirahat di asrama selama beberapa jam hingga satu malam, kali ini semua proses diselesaikan di area kedatangan bandara.
“Kami bersyukur. Begitu turun dari pesawat, langsung diarahkan ke ruang tunggu, ambil bagasi, lalu bisa langsung pulang. Keluarga sudah menunggu di luar,” ujar salah seorang jemaah asal Sleman yang enggan disebutkan namanya.
Proses Debarkasi Terpusat di YIA, Petugas Disiagakan
Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas terkait telah menyiagakan petugas di YIA untuk memastikan kelancaran proses debarkasi. Petugas membantu jemaah yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan mobilitas untuk mengambil bagasi dan menuju titik penjemputan keluarga.
Skema ini dinilai lebih efisien. Jemaah tidak perlu lagi menunggu transportasi bus menuju asrama haji di daerah lain. Mereka langsung berkoordinasi dengan keluarga yang sudah standby di area parkir bandara.
Antrean Penjemputan di YIA Mulai Padat
Kondisi ini membuat area penjemputan di YIA terpantau lebih ramai dibanding musim haji sebelumnya. Pihak pengelola bandara bersama aparat keamanan mengatur lalu lintas kendaraan penjemput agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Pemkab Sleman mengimbau keluarga jemaah untuk memantau jadwal kedatangan melalui aplikasi resmi atau informasi dari petugas haji di tingkat kapanewon. Hal ini untuk menghindari penumpukan di lokasi bandara pada jam yang bersamaan.
Pemulangan Berlangsung Bertahap hingga Akhir Pekan
Proses pemulangan jemaah haji asal Sleman akan berlangsung secara bertahap mengikuti jadwal kedatangan setiap kloter. Jemaah yang tiba pada malam hari tetap bisa langsung dijemput tanpa harus menginap di asrama.
Petugas haji di tingkat desa dan kapanewon juga telah disiapkan untuk membantu koordinasi penjemputan bagi jemaah yang tidak memiliki keluarga yang bisa menjemput langsung ke bandara.