Pencarian

Grey Art Gallery dan Persib Bandung Hadirkan Pameran Kultura Persib di Braga, 95 Karya dari 70 Kontributor

Senin, 08 Juni 2026 • 05:44:31 WIB
Grey Art Gallery dan Persib Bandung Hadirkan Pameran Kultura Persib di Braga, 95 Karya dari 70 Kontributor
Pameran Kultura Persib menampilkan 95 karya seni dari 70 kontributor di Grey Art Gallery, Bandung.

DI YOGYAKARTA — Grey Art Gallery berkolaborasi dengan Persib Bandung menghadirkan pameran seni bertajuk "Kultura Persib" di kawasan Braga, Bandung. Dibuka untuk publik mulai 9 Juni hingga 10 September 2026, pameran ini menampilkan 95 objek yang terdiri dari karya seni rupa, mural, instalasi, arsip sejarah, dokumentasi fotografi, hingga koleksi buku yang berkaitan dengan perjalanan klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

Patung Empat Tokoh Persib Jadi Daya Tarik Utama

Salah satu daya tarik utama pameran adalah kehadiran patung karya seniman Iwong yang dibuat secara mandiri. Empat figur penting dalam sejarah Persib diabadikan dalam bentuk patung tersebut, yakni Indra Thohir, H. Umuh Muchtar, Jajang Nurjaman, dan Bojan Hodak.

Pameran dibagi ke dalam lima area berbeda: ruang teater, stone chamber, wood chamber, galeri utama, dan area lantai dua. Bagian depan galeri menampilkan infografis perjalanan sejarah Persib, termasuk berbagai pencapaian dan gelar yang pernah diraih. Sementara lantai atas banyak diisi karya dan arsip yang dikirimkan langsung oleh masyarakat.

Kurator: Pameran Lahir dari Kebutuhan Seniman Bobotoh

Kurator Grey Art Gallery, Angga Aditya Atmadilaga, menjelaskan bahwa pameran ini lahir dari kebutuhan para seniman yang memiliki kecintaan mendalam terhadap Persib. "Persib menjadi denyut nadi yang memberikan banyak inspirasi dalam karya-karya mereka. Namun selama ini belum ada ruang yang secara khusus mewadahi ekspresi visual tentang Persib," ujar Angga.

Pemilihan Grey Art Gallery sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Bandung dan mudah diakses, galeri tersebut beroperasi setiap hari, memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pameran. Panitia sengaja memilih istilah "Kultura Persib" untuk menggambarkan berbagai bentuk ekspresi visual yang lahir dari perjalanan panjang klub.

Karya Paling Otentik: Mural Warisan Cinta dari Orang Tua ke Anak

Dalam proses kurasi, penyelenggara membuka open call bagi publik dan mengundang seniman, fotografer, kolektor arsip, hingga sejarawan. Kontributor tidak hanya seniman profesional, tetapi juga masyarakat umum yang tumbuh bersama Persib. Menurut Angga, karya-karya paling berkesan justru berasal dari pengalaman personal para Bobotoh.

"Karya-karya seperti itu terasa sangat otentik. Ada juga mural yang menggambarkan bagaimana pada era 1990-an orang-orang rela memanjat pohon demi bisa menyaksikan pertandingan Persib. Itu pengalaman personal, tetapi dirasakan secara kolektif oleh banyak orang," ungkapnya. Salah satu mural menggambarkan kecintaan terhadap Persib yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya.

Harga Tiket dan Aturan untuk Pengunjung

Pameran Kultura Persib dapat dikunjungi dengan harga tiket Rp25.000 pada weekday dan Rp35.000 pada weekend. Pengunjung diperbolehkan mendokumentasikan karya melalui foto, namun diminta untuk tidak menyentuh arsip, jersey koleksi, maupun karya yang dipamerkan demi menjaga kelestariannya. Grey Art Gallery berharap masyarakat dapat melihat Persib tidak hanya sebagai klub sepak bola, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya Kota Bandung yang terus hidup dan diwariskan lintas generasi.

Bagikan
Sumber: tarungnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks