Pencarian

Arema FC Kolektor Kartu Merah Terbanyak Liga Super 2025/2026, Borneo FC Nihil Pelanggaran Brutal

Minggu, 31 Mei 2026 • 02:52:01 WIB
Arema FC Kolektor Kartu Merah Terbanyak Liga Super 2025/2026, Borneo FC Nihil Pelanggaran Brutal
Arema FC menjadi tim dengan koleksi kartu merah terbanyak Liga Super 2025/2026.

DI YOGYAKARTA — Data yang dirangkum Ileague.com menunjukkan Arema FC unggul satu kartu merah atas Persijap Jepara dan Persija Jakarta yang sama-sama mengoleksi delapan kartu. PSM Makassar dan Persebaya Surabaya menyusul dengan tujuh kartu merah masing-masing.

Dominasi kartu merah Arema ini menjadi alarm keras. Dari sembilan kartu yang diterima, sebagian besar merupakan kartu merah langsung yang membuat tim harus bermain dengan 10 pemain dalam waktu lama.

Persija Jakarta Tak Lebih Baik, Delapan Pemain Terusir

Persija Jakarta tercatat sebagai tim dengan jumlah pemain paling banyak yang diusir wasit. Allano Lima, Rio Fahmi, Jordi Amat (dua kartu merah), Figo Dennis, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, dan Aditya Warman harus meninggalkan lapangan lebih cepat di berbagai pertandingan.

Akumulasi hukuman ini jelas mengganggu stabilitas tim. Pelatih Persija harus merombak komposisi starting XI di laga berikutnya karena larangan bermain yang dijatuhkan.

Borneo FC: Nol Kartu Merah, Skuad Siap Tempur Penuh Musim

Di kutub sebaliknya, Borneo FC menjadi tim paling disiplin sepanjang musim. Klub asal Kalimantan Timur itu sama sekali tidak mencatatkan satu pun kartu merah, baik langsung maupun akumulasi.

Konsekuensinya, seluruh pemain Borneo FC selalu tersedia untuk setiap pertandingan. Staf pelatih tidak pernah pusing memikirkan absennya pemain inti akibat sanksi larangan bertanding.

Kondisi ini membuat Pesut Etam memiliki skuad siap tempur penuh sepanjang musim. Meski pada akhirnya mereka gagal merebut gelar juara setelah kalah head-to-head dari Persib Bandung yang sukses meraih trofi ketiga kalinya.

Evaluasi Mutlak: Disiplin Kunci Raih Konsistensi

Data ini menjadi bahan evaluasi serius bagi klub-klub dengan catatan kartu merah tinggi. Indisipliner pemain tidak hanya merugikan secara langsung saat pertandingan, tapi juga berdampak pada rotasi pemain di laga-laga krusial berikutnya.

Musim depan, Arema FC, Persijap, dan Persija harus belajar dari pendekatan Borneo FC. Bukan hanya soal taktik atau kualitas individu, tetapi fundamental menjaga 11 pemain tetap di lapangan hingga peluit panjang berbunyi.

Bagi klub yang ingin bersaing di papan atas, statistik kartu merah bukan sekadar angka. Ini cerminan kedewasaan pemain, kualitas komunikasi tim, dan efektivitas pelatih dalam mengelola emosi anak asuhnya.

Bagikan
Sumber: jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks