DI YOGYAKARTA — Yordania dan Aljazair sama-sama datang ke pertandingan ini dengan luka. Debutan Yordania tumbang di laga pertama, sementara Aljazair dibantai Argentina. Hasil minor itu membuat posisi kedua tim di papan bawah klasemen Grup J. Kini, satu sama lain menjadi lawan yang paling mungkin untuk dikalahkan demi menjaga asa lolos ke 32 besar.
Pelatih Yordania, Jamal Sellami, tak punya pilihan selain bermain terbuka. Anak asuhnya wajib tampil agresif sejak menit awal untuk mengimbangi tekanan Aljazair. Jika hanya bertahan, risiko kebobolan lebih besar dan peluang mencetak gol perdana di Piala Dunia bakal sirna.
Tiga Redaksi, Tiga Prediksi: Mayoritas Yakin Aljazair Menang Tipis
Tim redaksi CNNIndonesia.com memberikan tiga pandangan berbeda soal laga ini. Dua dari tiga prediksi memenangkan Aljazair dengan skor 2-1. Satu prediksi lainnya berujung imbang 2-2, yang berarti Yordania berhasil merebut poin perdana mereka di Piala Dunia.
Putra Permata Tegar Idaman menilai Aljazair akan menang tipis 2-1. Menurutnya, hasil imbang tak akan menolong kedua tim untuk lolos. Karena itu, laga akan berlangsung ketat dan sengit sejak peluit pertama.
Sementara itu, Juprianto Alexander justru memprediksi Yordania mampu menahan imbang Aljazair 2-2. Ia melihat pendekatan permainan Yordania yang berani meladeni gaya bermain Aljazair sebagai kunci. Skor imbang itu akan menjadi poin bersejarah pertama bagi Yordania di pentas Piala Dunia.
Askar Fatih juga memprediksi kemenangan tipis Aljazair 2-1. Ia menilai kekalahan dari Argentina justru jadi modal berharga. Riyad Mahrez dkk sudah menunjukkan keberanian bermain terbuka melawan juara bertahan, dan pola itu akan dipertahankan untuk membungkam Yordania.
Kunci Pertandingan: Siapa yang Lebih Berani Ambil Risiko?
Pendekatan agresif jadi harga mati bagi kedua tim. Yordania sebagai tim debutan tak bisa lagi bermain aman. Mereka harus menekan sejak awal agar permainan Aljazair tidak berkembang.
Di sisi lain, Aljazair punya modal pengalaman dan kualitas individu di lini depan. Mahrez dan kolega sudah terbukti mampu merepotkan Argentina. Jika disiplin bertahan dan efektif dalam transisi serangan, Les Fennecs punya peluang besar membawa pulang tiga poin.
Laga ini akan menjadi penentu nasib kedua tim di Grup J. Siapa pun yang kalah, praktis harus bersiap pulang lebih awal dari Piala Dunia 2026.