DI YOGYAKARTA — Pertandingan grup yang berlangsung di Stadion Cotton Bowl, Dallas, Rabu (20/7) waktu setempat, langsung menyajikan drama sejak menit awal. Belanda unggul lebih dulu melalui gol Lieke Martens di menit ke-12, memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Jepang yang lengah.
Jepang tidak butuh waktu lama untuk merespons. Tiga menit berselang, Yui Hasegawa menyambar bola muntah hasil sepakan pojok untuk membuat kedudukan imbang 1-1. Namun, keunggulan Belanda kembali tercipta menjelang turun minum. Vivianne Miedema mencetak gol keduanya untuk Belanda di menit ke-41 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Jepang.
Kamada Jadi Pahlawan di Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Jepang tampil lebih agresif. Pelatih Futoshi Ikeda melakukan sejumlah perubahan taktik dengan memasukkan pemain bertipikal menyerang. Dominasi penguasaan bola Jepang akhirnya membuahkan hasil di menit ke-87. Daichi Kamada melompat tinggi menyundul umpan silang akurat dari Risa Shimizu, bola meluncur deras ke pojok kiri gawang Belanda yang tak mampu dihalau kiper Sari van Veenendaal.
"Kami tahu mereka tim kuat, tapi mentalitas para pemain luar biasa. Bangkit dua kali melawan tim sekelas Belanda bukanlah hal mudah," ujar Futoshi Ikeda dalam sesi konferensi pers usai laga.
Statistik: Dominasi Jepang Tak Sia-Sia
- Penguasaan Bola: Jepang (58%) - Belanda (42%)
- Tembakan ke Gawang: Jepang (7) - Belanda (5)
- Pelanggaran: Jepang (11) - Belanda (14)
Data tersebut menunjukkan superioritas lini tengah Jepang yang dipimpin Yui Hasegawa. Meski sempat kecolongan dua gol, pressing tinggi yang diterapkan sejak awal babak kedua membuat Belanda kesulitan membangun serangan balik.
Poin Berharga di Grup Neraka
Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Jepang yang tergabung di Grup C bersama Belanda, Swedia, dan Kosta Rika. Baik Jepang maupun Belanda masih memiliki dua laga tersisa untuk memastikan tiket ke babak gugur. Langkah selanjutnya, Jepang akan menghadapi Swedia pada laga kedua, sementara Belanda berjumpa Kosta Rika.
Bagi para penggemar sepak bola wanita di Indonesia, laga ini menjadi tontonan kelas dunia yang membuktikan bahwa sepak bola wanita Asia mampu bersaing dengan raksasa Eropa. Gol penyeimbang di menit akhir menjadi bukti bahwa pertandingan belum berakhir hingga peluit panjang dibunyikan.