DI YOGYAKARTA — 2K Sports mengumumkan pembentukan Small Axe Studios, studio pengembangan AAA terbaru mereka yang berbasis di Vancouver—kota yang sama dengan markas pengembang EA Sports FC. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa 2K serius masuk ke genre yang selama bertahun-tahun didominasi EA.
Aaron McHardy, yang menghabiskan 17 tahun di EA dan mayoritas waktunya menggarap seri FIFA sebelum hengkang pada 2023, ditunjuk sebagai pemimpin studio ini. Pengalamannya sebagai executive producer di franchise sepak bola terbesar di dunia menjadi modal utama proyek ambisius ini.
Misi Besar di Balik Small Axe Studios
Dalam pengumuman resminya, McHardy menyatakan bahwa studio ini dibentuk untuk menghadapi tantangan terbesar di industri game. "Dengan visi, ambisi, dan fokus, kapak kecil bisa menumbangkan pohon besar," tulisnya di LinkedIn, merujuk pada filosofi di balik nama studio tersebut.
2K sendiri menyebut Small Axe Studios menggabungkan semangat startup dengan skala perusahaan besar. Mereka akan memanfaatkan pengalaman dari franchise sukses seperti NBA 2K, WWE 2K, dan PGA TOUR 2K sebagai fondasi pengembangan.
Lowongan kerja di situs resmi studio ini menyebutkan fokus pada "menciptakan pengalaman player-first yang luar biasa dari nol". Namun, belum ada detail konkret mengenai game apa yang sedang dikembangkan.
Persaingan yang Semakin Memanas
Dominasi EA di genre game sepak bola tidak pernah benar-benar terganggu sejak Konami mulai tertinggal dengan seri Pro Evolution Soccer (PES) pada dekade 2010-an. Penerus PES, yaitu eFootball, sempat dirilis dalam kondisi buruk pada 2021, meski perlahan membaik dan kini memiliki basis pemain yang cukup besar.
Dengan portofolio 2K yang sudah mencakup basket, baseball, hoki, golf, tenis, dan gulat, sepak bola menjadi pilihan paling masuk akal berikutnya. American football juga bisa menjadi opsi, mengingat EA memegang lisensi eksklusif Madden NFL untuk pasar Amerika Utara.
Dampak untuk Komunitas Game Indonesia
Kabar ini patut dipantau oleh penggemar game sepak bola di Indonesia yang selama ini hanya punya dua pilihan utama: EA Sports FC atau eFootball. Masuknya 2K ke pasar ini bisa memicu persaingan sehat yang menguntungkan pemain, seperti inovasi gameplay, harga kompetitif, atau konten yang lebih beragam.
Namun, perlu dicatat bahwa 2K belum mengonfirmasi apakah game yang sedang dikembangkan benar-benar berlisensi resmi atau menggunakan format arcade. Sejarah 2K menunjukkan mereka piawai membuat simulasi olahraga berkualitas tinggi, seperti yang terlihat di NBA 2K series.
Proyek ini masih dalam tahap awal pengembangan dan kemungkinan besar membutuhkan beberapa tahun sebelum rilis. Yang jelas, EA tidak lagi sendirian di puncak takhta game sepak bola—dan itu kabar baik bagi para pemain di seluruh dunia, termasuk Indonesia.