YOGYAKARTA — Ketua Pansus Raperda KLA DPRD Kota Yogyakarta, Cahyo Wibowo, mengungkapkan pembahasan intensif bersama eksekutif merupakan hasil dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar sebelumnya. Aspirasi warga yang muncul dalam forum itu, kata dia, langsung diformulasikan ke dalam draf regulasi.
Mengapa Klithih dan Daycare Masuk dalam Satu Regulasi?
Dalam pembahasan, Pansus membedah sejumlah persoalan sosial yang belakangan menghantui publik Yogyakarta. Cahyo menyebut tiga isu utama yang menjadi perhatian: bayang-bayang kejahatan jalanan atau klithih, tren kekerasan anak yang fluktuatif, serta perlunya pengawasan ketat terhadap operasional daycare.
"Ini momentum krusial untuk memulihkan citra Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan sekaligus Kota Ramah Anak. Kita tidak ingin aturan ini sekadar normatif," tegas Cahyo, Rabu (20/5).
Isi Raperda: Fungsi Preventif dan Peran Forum Anak
Untuk meredam persoalan tersebut, regulasi ini bakal mempertegas fungsi pencegahan. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran kelembagaan seperti Forum Anak hingga unit layanan perlindungan di tingkat kelurahan dan RT/RW.
Kepala Bagian Hukum Setda Kota Yogyakarta, Rihari Wulandari, mengingatkan agar aturan yang digodok memiliki ikatan yuridis yang kuat. Ia mewanti-wanti agar predikat Kota Layak Anak yang disandang Yogyakarta tidak sekadar menjadi pajangan di atas kertas.
"Penilaian dan predikat KLA itu harus berbanding lurus dengan realitas objektif yang dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan. Aksi nyata jauh lebih dinanti ketimbang sekadar angka capaian," cetus Rihari.
Regulasi Usang Dinilai Loyo Hadapi Dinamika Sosial
Langkah DPRD ini menjadi babak baru untuk merombak regulasi yang sudah tidak mampu membendung ancaman kekerasan terhadap anak. Draf Raperda KLA yang tengah digodok diharapkan mampu memberikan perlindungan konkret bagi generasi penerus di Kota Yogyakarta.
Komitmen untuk mengembalikan marwah Yogyakarta sebagai jaminan ruang aman bagi anak pun mulai digulirkan. Publik kini menanti apakah regulasi anyar ini benar-benar akan tumpul di lapangan atau justru menjadi tameng yang efektif.