Pencarian

Blunder Wasit Kembali Mencoreng Premier League, Kesalahan VAR Naik Jadi 25 Kasus

Senin, 14 September 2026 • 20:36:31 WIB
Blunder Wasit Kembali Mencoreng Premier League, Kesalahan VAR Naik Jadi 25 Kasus
Kesalahan VAR di Premier League musim 2025-2026 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah keputusan kontroversial mengubah hasil pertandingan.

DI YOGYAKARTA — Premier League dikenal sebagai liga dengan sumber daya paling lengkap di dunia. Teknologi garis gawang, VAR dengan puluhan kamera, hingga tim wasit video berpengalaman tersedia. Namun sederet blunder fatal musim ini menunjukkan uang dan teknologi tidak otomatis menghasilkan keputusan yang benar.

Deretan Keputusan yang Mengubah Hasil Pertandingan

Beberapa insiden menonjol sepanjang musim 2025-2026. Gol Luis Diaz yang seharusnya sah dianulir karena kesalahan komunikasi antar ofisial. Gol Ivan Toney tetap disahkan meski garis offside tidak pernah ditarik.

Kasus lain: penalti untuk Rodri tidak diberikan, kartu merah Bruno Fernandes dikukuhkan lalu dibatalkan, dan gol Matheus Cunha disahkan padahal VAR sendiri mendorong wasit meninjau ulang tayangan.

Setiap keputusan ini berdampak langsung pada poin, klasemen, dan nasib tim di kompetisi.

Angka Kesalahan VAR Naik Lagi Setelah Sempat Turun

Secara statistik, ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. Kesalahan VAR turun dari 38 kasus pada 2022-2023 menjadi 31, lalu 18 pada 2024-2025. Tapi musim ini angkanya kembali naik menjadi 25.

  • 2022-2023: 38 kesalahan
  • 2023-2024: 31 kesalahan
  • 2024-2025: 18 kesalahan
  • 2025-2026: 25 kesalahan

Angka itu tidak menceritakan keseluruhan kisah. Satu kesalahan di laga penentu gelar, zona degradasi, atau perebutan tiket Eropa bisa jauh lebih merugikan daripada sepuluh kesalahan sepele di pertandingan tanpa tekanan.

Pertanyaan yang Sulit Dijawab

Tidak ada bukti terpercaya yang menunjukkan wasit sengaja membuat kesalahan demi memicu kontroversi. Mengubah persoalan ini menjadi teori konspirasi jelas tidak profesional.

Tapi ada pertanyaan lain yang lebih masuk akal dan sulit diabaikan: mengapa kesalahan semacam ini terus berulang di liga dengan sumber daya selengkap Premier League?

Gagasan VAR sebenarnya bertumpu pada pengurangan kesalahan manusia. Ketika wasit lapangan gagal melihat kejadian, ada layar. Ketika wasit video melewatkan momen, ada berbagai sudut pandang dan tayangan ulang. Untuk offside, ada teknologi garis. Untuk kartu merah, wasit bisa meninjau ulang.

Semua alat itu tersedia. Tapi eksekusinya masih bocor di momen-momen paling krusial.

Dampak ke Persaingan Musim Ini

Kesalahan wasit tidak hanya merusak kredibilitas liga. Ia mengubah nasib klub. Tim yang dirugikan kehilangan poin yang mungkin menentukan posisi akhir musim. Tim yang diuntungkan mendapat keuntungan yang tidak mereka perjuangkan.

Premier League perlu menjawab pertanyaan ini dengan serius. Bukan dengan teori konspirasi, tapi dengan evaluasi nyata terhadap sistem, pelatihan wasit, dan protokol komunikasi yang terbukti gagal di lapangan.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: goal.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks