DI YOGYAKARTA — Kepala Dinas Damkarmat KSB, H. Abdul Razak, mengungkapkan bahwa per Kamis (27/8), data laporan yang masuk mencapai 33 kejadian. Angka ini mencakup seluruh jenis kebakaran, mulai dari permukiman, lahan, hingga instalasi listrik, yang tersebar di wilayah Taliwang dan sekitarnya.
"Per hari ini data yang masuk laporannya ke kami sejak Januari sebanyak 33 kasus," terang Razak dalam keterangannya di Taliwang.
Pembakaran Sampah Jadi Pemicu Dominan di Musim Kemarau
Razak menjelaskan, tren penyebab kebakaran dalam beberapa pekan terakhir mengalami pergeseran. Jika sebelumnya korsleting listrik dan instalasi tidak permanen mendominasi, kini kebakaran lahan menjadi laporan yang paling sering diterima pihaknya.
Fenomena ini dinilai berkaitan erat dengan kondisi lahan kering yang mudah terbakar. Api yang berasal dari pembakaran sampah oleh warga kerap merambat cepat ke ilalang dan semak belukar di sekitar permukiman.
"Di dua bulan terakhir ini banyak laporan kebakaran lahan dekat permukiman. Sebagian besar karena warga membakar sampah sembarangan, kemudian apinya tidak bisa dikendalikan sehingga merembet sampai membakar rumah," jelasnya.
Ancaman Rembet ke Permukiman dan Langkah Pencegahan
Bahaya utama dari kebakaran lahan ini adalah potensi merembetnya api ke bangunan rumah warga. Kondisi tersebut menurut Razak memerlukan kewaspadaan ekstra, mengingat jarak antara lahan kosong dan rumah kerap tidak memiliki sekat yang aman.
Menyikapi hal ini, Damkarmat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KSB telah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat. Imbauan tersebut menegaskan larangan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di area yang berdekatan dengan permukiman.
Masyarakat diminta untuk tidak meninggalkan api dalam keadaan menyala tanpa pengawasan. Proses pembakaran pun harus dipastikan aman dan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
"Yang paling penting masyarakat jangan sembarangan membakar sampah. Kalau memang harus membakar, harus diawasi dan dipastikan apinya sudah benar-benar padam," pungkasnya.
Tidak Ada Laporan Kebakaran akibat Tabung Gas
Di tengah meningkatnya kasus kebakaran lahan, Razak memastikan tidak ada laporan kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran tabung gas di KSB. Hal ini menunjukkan bahwa faktor kelistrikan dan perilaku warga masih menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan.
Pihaknya mengimbau warga untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala dan menghindari penggunaan beban listrik berlebihan. Kombinasi antara kesadaran warga dan pengawasan lingkungan dinilai menjadi kunci utama menekan angka kebakaran di wilayah tersebut.