Kampung Wisata Domes di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, yang dulu sempat populer sebagai desa wisata, kini tampak sepi pengunjung dan rumah dome-nya mulai terlihat kurang terawat. Padahal, pemukiman berkubah setengah bola itu merupakan hunian relokasi bagi warga Dukuh Nglepen dan Sengir yang rumahnya hancur akibat gempa bumi 2006.
SLEMAN — Kondisi memprihatinkan tengah menyelimuti Kampung Wisata Domes di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman. Berdasarkan pantauan Kamis (3/9/2026), sejumlah rumah dome yang menjadi ikon kampung ini tampak kurang terawat, sementara lalu-lalang wisatawan nyaris tak terlihat.
Padahal, kawasan ini menyimpan sejarah penting bagi warga setempat. Rumah-rumah berbentuk kubah tersebut merupakan hunian tetap yang dibangun untuk merelokasi warga Dukuh Nglepen dan Sengir yang tempat tinggalnya luluh lantak diterjang gempa bumi dahsyat pada 2006 silam.
Jejak Pemulihan Pascagempa yang Dulu Jadi Tujuan Wisata
Setelah dihuni para penyintas, area ini kemudian dikembangkan menjadi desa wisata. Warganya berharap, selain menjadi tempat tinggal yang aman, pemukiman unik tersebut mampu menarik minat wisatawan untuk belajar tentang proses pemulihan pascabencana di Sleman.
Bentuk rumah dome yang tidak lazim menjadi daya tarik utama. Arsitektur kubah ini memang dirancang khusus untuk konstruksi yang lebih tahan terhadap getaran gempa, sebuah pelajaran berharga dari tragedi 2006 yang menewaskan ribuan jiwa di Yogyakarta dan sekitarnya.
Sepi Pengunjung, Wajah Asri Mulai Pudar
Namun, pamor Kampung Wisata Domes perlahan meredup. Kurangnya perawatan kini mulai terlihat dari kondisi fisik bangunan. Cat yang mengelupas, halaman yang mulai ditumbuhi rumput liar, dan minimnya aktivitas warga menjadi pemandangan umum di lokasi.
Kondisi ini kontras dengan masa-masa awal peresmiannya ketika kampung ini sempat menjadi salah satu tujuan kunjungan studi banding maupun wisatawan yang penasaran dengan konsep hunian antigempa di lereng timur Candi Prambanan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari pengelola maupun pemerintah desa setempat untuk menghidupkan kembali roda pariwisata di Kampung Wisata Domes. Padahal, lokasinya yang relatif dekat dengan kawasan Candi Prambanan seharusnya bisa menjadi nilai jual untuk menarik kembali kunjungan wisatawan.