DI YOGYAKARTA — Pengumuman ini disampaikan di ajang ZTE Global Summit & User Congress 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/9). Kedua perusahaan memamerkan hasil pengujian Network Optimization Agent pada sejumlah skenario jaringan aktif — bukan simulasi lab — sebagai bagian dari perjalanan XLSMART menuju Autonomous Network Level 4 (L4).
Yang menarik, hadir dalam acara tersebut Shurish Subbramaniam (CTO XLSMART), George Glass (CTO TM Forum), serta James Zhang dan Zhang Wanchun (Senior Vice President ZTE). Kehadiran CTO TM Forum — organisasi yang menetapkan standar level autonomous network — memberi sinyal bahwa pencapaian ini ingin diposisikan sebagai tolok ukur industri, bukan sekadar klaim bilateral.
Apa Itu Autonomous Network Level 4 dan Mengapa Penting
Autonomous Network Level 4 berarti jaringan mampu beroperasi secara mandiri di sebagian besar skenario — mendeteksi masalah, menganalisis penyebab, memutuskan solusi, dan mengeksekusinya tanpa campur tangan manusia. Ini bukan sekadar monitoring otomatis; yang dikejar adalah closed-loop automation: siklus penuh dari persepsi sampai eksekusi.
Operator telekomunikasi mengejar level ini karena biaya operasional jaringan — dari optimasi cakupan sampai penanganan gangguan — tetap jadi pos pengeluaran besar. Setiap menit gangguan yang tidak terdeteksi otomatis berarti pelanggan kabur dan pendapatan hilang.
Hasil Uji Network Optimization Agent: 25% Closed-Loop Otomatis
Dalam pengujian optimalisasi cakupan jaringan nirkabel, Network Optimization Agent ZTE menunjukkan kemampuan closed-loop otomatis dengan tingkat penyelesaian 25% dari cakupan pengujian. Artinya, seperempat dari siklus optimasi berjalan tanpa intervensi manual — mulai dari analisis, penyusunan strategi, hingga eksekusi.
Angka ini perlu dibaca dengan hati-hati. Di satu sisi, 25% sudah menunjukkan bahwa AI Agent bisa menangani proses end-to-end, bukan cuma memberi rekomendasi. Di sisi lain, 75% sisanya masih butuh manusia — dan justru di situ tantangan terbesarnya.
Klaim utamanya: otomatisasi ini mengurangi upaya manual dan memangkas waktu yang biasanya dibutuhkan untuk berpindah dari tahap analisis ke eksekusi. Sayangnya, ZTE dan XLSMART tidak menyebut angka spesifik soal penghematan waktu atau biaya operasional dalam siaran pers ini.
Kutipan XLSMART soal Strategi Bertahap
Shurish Subbramaniam, CTO XLSMART, mengatakan: "XLSMART terus mengeksplorasi bagaimana AI dan otomatisasi dapat semakin meningkatkan operasional jaringan sekaligus mempercepat perjalanan kami menuju autonomous network. Kolaborasi kami dengan ZTE memungkinkan kami menguji berbagai kasus penggunaan berbasis agent yang bernilai tinggi secara langsung di lingkungan jaringan aktif."
Dari pernyataan itu, XLSMART sendiri mengakui pendekatannya bertahap. Hasil pengujian akan dipakai untuk menentukan langkah pengembangan dan perluasan kapabilitas autonomous network secara bertahap — bukan langsung deploy skala penuh.
Yang Perlu Diperhatikan
- Angka 25% closed-loop completion masih terbatas pada cakupan pengujian tertentu, bukan seluruh jaringan XLSMART — belum ada data apakah performa ini konsisten di skenario trafik padat atau gangguan kompleks.
- Tidak ada angka konkret soal penghematan biaya operasional atau peningkatan kualitas layanan yang dirasakan pelanggan — klaim "nilai bisnis terukur" masih perlu pembuktian lebih lanjut.
- Belum ada keterangan kapan Autonomous Network L4 akan benar-benar beroperasi komersial penuh di jaringan XLSMART.
- Ketergantungan pada satu vendor (ZTE) untuk kapabilitas AI Agent ini bisa jadi pertimbangan strategis jangka panjang bagi XLSMART.
Langkah Selanjutnya
ZTE dan XLSMART menyatakan akan terus mengeksplorasi skenario autonomous network bernilai tinggi, mengembangkan hasil pengujian yang sudah ada, dan memperluas kasus penggunaan yang telah teruji. Fokusnya: meningkatkan kapabilitas berbasis agent dan mendorong operasional jaringan yang lebih cerdas, efisien, dan otonom.
Bagi pelanggan XLSMART, dampak langsungnya belum terasa dalam waktu dekat. Tapi arahnya jelas: operator ini sedang membangun fondasi agar jaringan bisa mengurus dirinya sendiri — dan itu berarti kualitas layanan yang lebih stabil tanpa harus menunggu tim teknis turun tangan.