Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) 2026 selama tiga hari, 17-19 Februari, untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda melalui film. Sebanyak 184 film didaftarkan mengikuti festival yang berpusat di Pasar Terban dan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) kawasan Kotabaru tersebut. Jumlah itu menjadi yang tertinggi selama empat tahun penyelenggaraan KHFF.
YOGYAKARTA — Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyatakan festival ini dirancang agar warisan budaya tetap relevan di tengah kreativitas generasi muda. KHFF 2026 mengusung tema kuratorial "Menafsir Ulang Warisan: Film sebagai Ruang Kritik dan Negosiasi Budaya".
"Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya tetap mempunyai tempat di tengah kreativitas generasi muda," kata Yetti Martanti di Yogyakarta, Jumat.
184 Film Didaftarkan, Tertinggi dalam Empat Tahun
Dari 184 film yang masuk, panitia melakukan kurasi untuk menentukan karya yang masuk program kompetisi. Angka pendaftaran itu melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya sejak KHFF pertama digelar.
Menurut Yetti, tingginya minat sineas muda menunjukkan warisan budaya bisa jadi bahan cerita yang kaya. "Ketika diberikan ruang dan cara yang tepat, sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat justru dapat menjadi sumber cerita yang sangat kaya bagi sineas," ujarnya.
Fokus Baru: Membaca Warisan Budaya Secara Kritis
Yetti menjelaskan KHFF 2026 berbeda dari edisi sebelumnya yang menekankan selebrasi keragaman ekspresi budaya. Tahun ini, festival mengajak publik membaca warisan budaya secara kritis, kontekstual, dan inklusif.
"Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada selebrasi keragaman ekspresi budaya, KHFF 2026 ini untuk mengajak publik membaca warisan budaya secara kritis, kontekstual, dan inklusif," katanya.
Becak Drive-In Cinema, Nonton Film sambil Susuri Kotabaru
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilai KHFF menjadi ruang memperkenalkan warisan budaya dengan cara yang lebih dekat dengan perkembangan zaman. Salah satu program yang dinilainya menarik adalah Becak Drive-In Cinema.
Dalam program itu, penonton tidak langsung duduk di lokasi pemutaran, tetapi diajak menyusuri kawasan Kotabaru menggunakan becak listrik lebih dulu. Rute menyusuri kawasan Kotabaru dan Kelurahan Terban menjadi bagian dari pengalaman menonton.
"Biasanya orang datang ke bioskop, duduk di kursi, lalu menonton layar. Di sini kursinya becak, bahkan sebelum menonton, becak membawa penonton lebih dulu menikmati kota, terutama kawasan Kotabaru dan Kelurahan Terban," kata Wawan.
Dua Lokasi Utama di Kawasan Kotabaru
Pemutaran dan rangkaian kegiatan KHFF 2026 berpusat di dua lokasi, yakni Pasar Terban dan Pusat Desain Industri Nasional (PDIN). Keduanya berada di kawasan Kotabaru yang dikenal menyimpan bangunan dan jejak sejarah kota.
Pendaftaran 184 film menjadikan edisi tahun ini sebagai yang terbesar sejak festival digelar empat tahun lalu. Panitia belum merinci jumlah film yang lolos kurasi maupun jadwal pemutaran final.