Pencarian

Menteri Fadli Zon Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas, Target Jadi Pusat Literasi Lintas Generasi

Rabu, 01 Juli 2026 • 17:13:31 WIB
Menteri Fadli Zon Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas, Target Jadi Pusat Literasi Lintas Generasi
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari sebagai pusat literasi di Banyumas.

BANYUMAS — Rumah Sastra Ahmad Tohari di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, resmi ditetapkan sebagai pusat literasi dan kantong budaya oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Peresmian dilakukan pada Minggu (28/6/2026) dan menjadi bagian dari program pemajuan kebudayaan nasional yang menyasar inisiatif komunitas.

Menurut Fadli, perpustakaan yang dikelola penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk itu bukan sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan ruang belajar yang hidup. “Setiap hari, perpustakaan dan rumah baca tersebut dikunjungi pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang memanfaatkan koleksi dan berbagai aktivitas literasi yang diselenggarakan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Kantong Budaya yang Bergerak dari Bawah

Fadli menilai Ahmad Tohari telah memulai inisiatif yang sejalan dengan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 tentang pemajuan kebudayaan nasional. “Bapak Ahmad Tohari ini menginisiasi satu kantong budaya yang menggerakkan generasi muda untuk membaca, semacam pusat literasi,” kata Fadli.

Pemerintah, lanjutnya, tetap menjalankan revitalisasi aset budaya meski dalam situasi efisiensi anggaran. Saat ini Kementerian Kebudayaan menargetkan revitalisasi sekitar 159 aset budaya, mulai dari situs cagar budaya hingga kantong-kantong budaya yang tumbuh dari masyarakat.

Ruang Diskusi Lintas Generasi yang Semakin Ramai

Ahmad Tohari menyambut baik revitalisasi yang dilakukan pemerintah. Ia mengaku senang karena perpustakaan yang dikelolanya kini semakin ramai dikunjungi dan menjadi ruang diskusi lintas generasi.

Karya-karya Ahmad Tohari, khususnya Ronggeng Dukuh Paruk, dikenal luas karena mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, nilai-nilai kemanusiaan, tradisi lokal, serta kekhasan bahasa Banyumasan. Novel tersebut juga diadaptasi ke layar lebar melalui film Sang Penari, yang turut memperkenalkan budaya Banyumas ke publik lebih luas.

Program Strategis untuk Ekosistem Sastra Nasional

Untuk memperkuat ekosistem sastra nasional, Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya Laboratorium Penerjemah dan Promotor Sastra, penerjemahan karya sastra Indonesia, penguatan komunitas dan festival sastra, Manajemen Talenta Nasional Bidang Sastra, serta pengembangan sastra berbasis intellectual property (IP).

Fadli berharap rumah baca tersebut terus berkembang sebagai pusat aktivitas budaya yang berkelanjutan. “Rumah baca perpustakaan Ahmad Tohari ini bisa menjadi perpustakaan yang hidup, bisa menjadi kantong budaya dan kegiatan-kegiatan kebudayaan yang terus berkesinambungan,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks