DI YOGYAKARTA — Menurut Setyo, digitalisasi hanyalah alat yang bisa dimanipulasi jika tidak diimbangi integritas sumber daya manusia. Ia menegaskan KPK telah menangani banyak perkara yang membuktikan celah tersebut masih kerap dimanfaatkan pejabat nakal.
"Kami sudah buktikan banyak di perkara-perkara itu, kelihatannya saja sudah digitalisasi tapi pintu belakangnya, backdoor-nya itu ternyata masih bisa dimainkan," kata Setyo dalam pemaparannya di LAN RI.
E-Katalog Bisa Dibuka Tutup Secara Ilegal
Setyo memberikan contoh konkret praktik curang yang lazim terjadi pada platform e-katalog. Sistem yang seharusnya transparan dan tertutup untuk intervensi, justru bisa diakali oleh operator atau pejabat tertentu.
"Yang saya sebut paling gampang misalkan e-katalog lah. Pengadaan secara digitalisasi masih bisa dimainkan, masih bisa dikotak-katik. Ditutup siang hari, dibuka malam hari," ucapnya.
Modus ini, lanjut Setyo, memungkinkan terjadinya praktik mark-up harga atau pengaturan pemenang tender secara sepihak di luar jam kerja normal. Hal itu sulit terdeteksi jika tidak ada audit sistem yang ketat.
Digitalisasi Bukan Jaminan, Integritas Kunci Utama
Pernyataan Ketua KPK ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran birokrasi bahwa transformasi digital semata tidak otomatis memberantas korupsi. Setyo menekankan bahwa sistem secanggih apapun akan gagal jika manusianya masih memiliki niat curang.
"Kalau kita melakukan semua kegiatan tanpa integritas, maka yang dibuat, yang sudah dikerjasamakan dengan cara digitalisasi itu hanya sebuah alat," tegasnya.
Pesan ini disampaikan Setyo dalam forum peluncuran e-learning ASN yang digelar LAN RI. Acara tersebut justru bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan integritas aparatur negara melalui platform digital.
KPK Terus Awasi Celah Sistem Pengadaan
Komisi antirasuah mengaku tidak akan berhenti pada imbauan. KPK terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap sistem pengadaan elektronik di kementerian dan lembaga. Temuan-temuan di lapangan akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan.
Dengan terungkapnya modus 'backdoor' ini, KPK berharap para penyelenggara negara tidak lengah. Sistem digital harus terus diperbarui dan diaudit secara berkala untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan. Pada akhirnya, kata Setyo, keberhasilan pemberantasan korupsi tetap bergantung pada kesadaran dan moralitas individu pelaksana di lapangan.