DI YOGYAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya memberikan restu, tetapi juga keterlibatan langsung dalam operasional ITB Ultra Marathon 2026. Gubernur Pramono Anung secara eksplisit menyebutkan Balai Kota Jakarta akan menjadi titik start resmi bagi ribuan pelari yang menempuh tantangan 180 kilometer menuju Bandung.
“Kami memberikan dukungan sepenuhnya. Saya sudah menyampaikan kepada panitia kalau 16 Oktober nanti mau mulai lari dari Balai Kota, dengan senang hati kami akan fasilitasi. Selamat lari dan mudah-mudahan kita semua sehat,” ujar Pramono di sela acara Road to ITB Ultra Marathon di Chillax Sudirman, Minggu pagi.
Rute 180 Km dan Dampak Sosial di Tiga Wilayah
Berbeda dari lari maraton pada umumnya, ITB Ultra Marathon 2026 dirancang sebagai ajang multi-hari yang melintasi dua provinsi. Start dari Jakarta, peserta akan menyusuri Bogor, Puncak, Cianjur, Padalarang, dan Cimahi sebelum finis di kampus ITB Bandung pada 18 Oktober 2026.
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menegaskan bahwa event ini bukan sekadar kompetisi lari jarak jauh. Tahun kesembilan penyelenggaraan ini justru menitikberatkan pada dampak sosial bagi warga di sepanjang rute, termasuk penyediaan akses air bersih dan program pengolahan sampah terpadu.
“Ini adalah momen di mana alumni berkumpul dua hari, dua malam, dua provinsi, dua kota. ITB itu tidak ada artinya kalau tidak ada alumninya. Jadi kita tidak hanya berlari, tetapi memberikan dampak juga kepada masyarakat. Ini beyond run,” pungkas Tatacipta.
Menkes Tekankan Zona 2 Sebelum Ikut Lari Jarak Jauh
Di tengah antusiasme peserta Road to ITB yang menempuh rute 7,7 kilometer di kawasan Car Free Day (CFD), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya kesiapan fisik. Ia mengaitkan tren lari di Indonesia dengan target pemerintah menaikkan rata-rata usia harapan hidup dari 74 menjadi 76 tahun.
Menurut Menkes, kebiasaan olahraga teratur menjadi syarat utama, bukan sekadar mengikuti tren. Ia menyarankan pola latihan zona 2 selama 30 menit per hari, lima kali seminggu, sebelum memutuskan mengikuti lari ultra seperti ITB Ultra Marathon yang menuntut ketahanan tinggi.
“Syaratnya dua, cek kesehatan gratis, biar ketahuan kalau ada penyakit. Dan jangan lupa bergerak, berolahraga zona 2, 30 menit sehari, lima hari seminggu. Oleh karena itu, ayo segera kita lari!” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Format Estafet dan Keterlibatan Alumni
ITB Ultra Marathon 2026 membuka dua format partisipasi: individual dan beregu estafet. Bagi alumni yang ingin bernostalgia tanpa harus menempuh 180 kilometer sendirian, opsi estafet memungkinkan pembagian jarak antaranggota tim, sekaligus mempererat silaturahmi lintas angkatan.
Panitia juga membuka kategori Virtual Run bagi pelari di luar rute resmi, sehingga partisipasi tidak terbatas pada mereka yang berada di Jakarta atau Bandung. Sementara itu, bazar UMKM di area finis diharapkan menggerakkan ekonomi lokal Cimahi dan Padalarang saat event berlangsung.
Dengan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan, ITB Ultra Marathon 2026 dipastikan menjadi salah satu event lari lintas kota terbesar di Indonesia, menggabungkan aspek olahraga, kesehatan, dan pengabdian masyarakat dalam satu rangkaian acara.