DI YOGYAKARTA — Rencana pemangkasan ini mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi PLN pada Selasa (2/6). Dalam pertemuan itu, Dony menekankan bahwa efisiensi menjadi kunci agar PLN bisa menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony dalam keterangan resmi, Rabu (3/6).
Dari Divestasi hingga Konsolidasi, Ini Skema Perampingannya
PLN tidak sekadar memangkas jumlah entitas. Prosesnya mencakup konsolidasi, divestasi, hingga restrukturisasi portofolio bisnis. Dengan struktur yang lebih sederhana, perusahaan pelat merah ini diharapkan bisa bergerak lebih gesit dan fokus pada bisnis inti: menyediakan listrik andal bagi masyarakat dan industri.
Hingga 2028, jumlah entitas usaha PLN akan menyusut dari 44 menjadi 23. Artinya, hampir setengah dari unit bisnis yang ada saat ini bakal dilebur, dialihkan, atau dihapus. Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah yang terus mendorong BUMN untuk ramping dan efisien.
Proyek Listrik Baru: 1.634 Proyek Sudah Masuk Tahap Eksekusi
Selain soal struktur, pertemuan itu juga membahas progres implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Kabar baiknya, dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek—atau hampir 40%—sudah memasuki tahap eksekusi.
Proyek-proyek itu mencakup pembangunan pembangkit listrik baru, jaringan transmisi, hingga gardu induk. Semua digenjot untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi di dalam negeri.
Sumatera Jadi Perhatian: Transmisi 500 kV dan 275 kV Disiapkan
Pembahasan juga menyoroti penguatan sistem kelistrikan pasca-gangguan yang sempat terjadi di Sumatera. PLN berjanji terus mengevaluasi dan memperkuat infrastruktur agar pasokan listrik di wilayah itu lebih andal.
Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, antara lain penguatan backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai titik. Targetnya: meminimalkan risiko gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan di masa mendatang.
Melalui transformasi korporasi yang berkelanjutan, percepatan proyek RUPTL, dan penguatan sistem kelistrikan, PLN diharapkan tidak hanya menjadi penyedia listrik yang andal, tetapi juga motor pendorong pertumbuhan ekonomi dan transisi energi Indonesia.