Pencarian

Pemkot Jogja Targetkan Malioboro Bebas Bentor pada 2028, 900 Becak Listrik Disiapkan untuk Gantikan Armada Lama

Rabu, 03 Juni 2026 • 18:48:31 WIB
Pemkot Jogja Targetkan Malioboro Bebas Bentor pada 2028, 900 Becak Listrik Disiapkan untuk Gantikan Armada Lama
Pemerintah Kota Jogja menyiapkan 900 unit becak listrik untuk menggantikan bentor di Malioboro hingga 2028.

JOGJA — Pemerintah Kota Jogja tidak main-main dalam mewujudkan Malioboro sebagai kawasan bebas emisi. Targetnya, seluruh becak motor (bentor) yang masih menggunakan bahan bakar minyak harus lenyap dari kawasan tersebut paling lambat pada 2028. Sebagai pengganti, sebanyak 900 unit becak listrik akan disiapkan secara bertahap.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengungkapkan, dari total target tersebut, 260 unit becak listrik sudah beroperasi. Sisanya akan dipenuhi melalui pengadaan langsung oleh pemerintah daerah.

"Kami akan mengusulkan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 dan APBD Murni 2027 untuk membeli 500 unit sekaligus. Kalau hanya mengandalkan bantuan pihak ketiga atau CSR, prosesnya akan lambat," kata Hasto dalam acara penyerahan becak listrik dari PT KAI dan pemusnahan bentor di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kota Jogja, Rabu (3/6/2026).

Bentor Lama Wajib Dimusnahkan, Tak Boleh Ada yang Kembali Beroperasi

Kebijakan ini tidak sekadar memberi becak baru. Setiap pengemudi yang menerima becak listrik wajib menyerahkan bentor lamanya untuk dimusnahkan. Langkah ini diambil agar tidak muncul armada bentor baru yang beroperasi di kawasan wisata.

Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan pembatasan kendaraan berbahan bakar minyak akan diperketat mulai akhir November 2026. "Mulai akhir November, bentor tidak diperkenankan lagi melintas di Malioboro. Kebijakan bajaj juga sama," ujarnya.

Menurut Erni, ke depan kawasan Malioboro hanya akan dilalui kendaraan non-BBM, kendaraan darurat, dan transportasi publik resmi seperti Trans Jogja yang secara bertahap akan diperkuat armada bus listrik.

Pengawasan Ketat Berbasis Koperasi, 60 Persen Pengemudi Warga Kota Jogja

Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik hanya diberikan kepada pengemudi yang terdaftar dalam sistem koperasi. Dari sekitar 780 armada yang beroperasi dari kawasan Teteg hingga Titik Nol Kilometer, sekitar 60 persen pengemudinya ber-KTP Kota Jogja, sisanya dari Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

"Dengan sistem pendataan ketat, jumlah armada dapat dikendalikan. Tidak akan ada penambahan liar," kata Agus.

Dukungan PT KAI dan Harapan Pengemudi: 'Enak, Tidak Capek'

Transformasi ini mendapat dukungan dari PT KAI Daop 6 Jogja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyerahkan 50 unit becak listrik senilai hampir Rp1 miliar. Kepala PT KAI Daop 6 Jogja, Bambang Respationo, menyebut bantuan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendukung ekosistem ramah lingkungan.

"Tidak hanya becak listrik, di internal stasiun kami juga sudah mulai beralih menggunakan solar cell," ujarnya.

Jakio, 60, pengemudi yang biasa mangkal di Malioboro, mengaku siap beralih. "Kalau ditukar tanpa bayar ya saya mau sekali. Sudah dicoba dan rasanya enak, tidak capek karena ada bantuan listriknya. Di usia tua begini sangat menghemat tenaga," katanya.

Ia berharap seluruh pengemudi becak bisa merasakan manfaat yang sama. "Kami tetap bisa mencari nafkah, lingkungan juga lebih bersih untuk wisatawan," pungkas Jakio.

Bagikan
Sumber: harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks