Pencarian

Pensiunan TNI di Gunungkidul Jalani Operasi hingga Kontrol Rutin dengan Program JKN

Senin, 21 September 2026 • 10:33:01 WIB
Pensiunan TNI di Gunungkidul Jalani Operasi hingga Kontrol Rutin dengan Program JKN
Pensiunan TNI di Gunungkidul jalani operasi dan kontrol rutin melalui Program JKN.

GUNUNGKIDUL — Kidjo, pensiunan TNI yang kini sehari-hari menggarap lahan pertanian, kembali menggunakan hak kepesertaannya dalam Program JKN untuk operasi di RS Khusus Bedah An Nur Yogyakarta. Operasi itu berlangsung sekitar sepekan sebelum ia ditemui, dan saat ini ia menjalani kontrol lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatannya.

Sebagai peserta JKN, Kidjo mengakses layanan kesehatan sesuai indikasi medis. Keluhan ringan ditangani di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), sedangkan penanganan yang butuh rujukan berlanjut ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Alur Berobat: Puskesmas Dulu, Rumah Sakit Jika Perlu Rujukan

Kidjo menuturkan, dirinya tidak langsung datang ke rumah sakit ketika merasakan keluhan. Untuk gejala ringan, ia cukup memeriksakan diri ke puskesmas di wilayahnya.

"Kalau keluhannya ringan, seperti pilek-pilek, saya ke puskesmas. Tetapi jika berat ya nanti saya akan dirujuk ke rumah sakit," kata Kidjo saat ditemui pada Jumat (18/9).

Pola itu ia jalani konsisten. Rujukan dari puskesmas menjadi pintu masuk ketika kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

Operasi Sepekan Lalu, Kini Masuk Tahap Kontrol

Tindakan operasi yang baru dijalaninya menjadi salah satu pemanfaatan Program JKN yang ia rasakan langsung. Setelah operasi, Kidjo kembali ke rumah sakit untuk kontrol rutin.

"Ini sekarang baru kontrol ini. Satu minggu kemarin saya operasi di sini," jelasnya.

Ia menyebut kondisi kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan setelah tindakan tersebut. Proses kontrol masih berlanjut sesuai jadwal yang ditentukan dokter.

Pelayanan Dinilai Baik, Tidak Ada Perbedaan dengan Pasien Umum

Selama menjadi peserta JKN, Kidjo menilai layanan yang diterimanya berjalan baik. Petugas di fasilitas kesehatan, menurut dia, responsif menangani pasien yang datang berobat.

"Pelayanan ini ya semuanya baiklah. Jadi langsung ditangani, kalau ada apa-apa langsung ditangani," ujarnya.

Ia juga merasakan pelayanan yang ramah dari dokter maupun perawat. Menurut Kidjo, tidak ada perbedaan perlakuan antara pasien umum dan peserta JKN dalam memperoleh layanan kesehatan.

"Mboten [berbeda], nanti kalau [periksa] ditanya mau pakai BPJS (Kesehatan) atau tidak. Kalau pakai BPJS (Kesehatan) ya pakai. Sae, semua, pelayanan baik," imbuh Kidjo.

Harapan Peserta: Layanan yang Sudah Baik Jangan Sampai Turun

Kidjo berharap Program JKN terus dipertahankan karena manfaatnya dirasakan banyak orang. Ia juga meminta aspek yang masih bisa diperbaiki terus dibenahi agar pelayanan kepada peserta semakin baik.

"Yang jelas itu sesuatunya harus ditingkatkan gitu. Tapi yang sudah baik, saya harapkan ya dipertahankan dan lebih baik lagi. Di segi pelayanan, dari segi apa saja itu saya harapkan ya meningkat gitu, lebih baik," ujar Kidjo.

Sebagai peserta yang telah lama terdaftar, ia menegaskan keberadaan Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan pembiayaan layanan kesehatan.

"BPJS tentunya ya itu membantu sekali masyarakat. Utamanya masyarakat miskin," ujarnya.

Kidjo berharap peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan kesehatan terus dilakukan, sehingga manfaat Program JKN semakin terasa bagi warga.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks