Pencarian

Yogyakarta Gelar Kongres Nasional Penyakit Pencernaan dan Hati Juli 2026, Skrining Gratis untuk Warga saat Hari Hepatitis

Sabtu, 25 Juli 2026 • 16:47:01 WIB
Yogyakarta Gelar Kongres Nasional Penyakit Pencernaan dan Hati Juli 2026, Skrining Gratis untuk Warga saat Hari Hepatitis

YOGYAKARTA — Tiga organisasi profesi kedokteran — Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI) — menggelar Kongres Nasional (KONAS) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) secara bersamaan pada 23–26 Juli 2026. Mengusung tema Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice, kegiatan ini menjadi ajang update kompetensi sekaligus mendorong kebijakan berbasis bukti untuk eliminasi hepatitis.

Skrining Gratis dan Edukasi untuk Warga

Puncak acara akan memperingati Hari Hepatitis Sedunia dengan tema global "Hepatitis: Let’s Break It Down" dan tema nasional "Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis". Penyelenggara menyediakan skrining kesehatan gratis dan edukasi masyarakat di lokasi kongres. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan deteksi dini hepatitis, mengingat beban penyakit hati kronis di Indonesia masih tinggi.

Gubernur DIY: Manfaat bagi Masyarakat Yogyakarta

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik penyelenggaraan kongres di Yogyakarta. Menurutnya, kehadiran para ahli dari seluruh Indonesia diharapkan mendorong peningkatan status kesehatan masyarakat, terutama dalam deteksi dini penyakit hati dan pencernaan. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong peningkatan status kesehatan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Tantangan Penyakit Semakin Kompleks

Ketua Umum PB PGI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, menyebut tantangan di bidang gastroenterologi dan hepatologi semakin berat. Mulai dari peningkatan kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), beban kanker kolorektal, hingga upaya eliminasi hepatitis. “Kongres ini adalah wadah untuk meng-update kompetensi para dokter melalui simposium, forum ilmiah organisasi, dan inagurasi konsultan gastroenterohepatologi baru,” katanya.

Kolaborasi Riset dan Klinis Jadi Kunci

Ketua Umum PB PPHI Dr. dr. Andri Sanityoso menekankan pentingnya kebijakan berbasis bukti. PPHI terus mendorong optimalisasi skrining hepatitis B pada ibu hamil dan pengenalan teknologi diagnostik baru seperti biomarker PIVKA-II untuk deteksi dini kanker hati. Sementara itu, Ketua Umum PB PEGI Dr. dr. Achmad Fauzi menyoroti kemajuan teknologi endoskopi. “Workshop hands-on seperti Live Demonstration Microwave Ablation dan Simulation Based Mastery Learning on Polypectomy membekali peserta dengan keterampilan teknis terkini,” jelasnya.

Pembicara Internasional dan Ratusan Dokter Peserta

Ketua Panitia Dr. Putut Bayupurnama menjelaskan forum menghadirkan lebih dari 20 sesi ilmiah, termasuk simposium dan demonstrasi prosedur medis langsung. Sejumlah pakar internasional — Prof. Shuichiro Shiina (Jepang), Prof. Kenichi Ikejima (Jepang), dan Prof. Raja Affendi Raja Ali (Malaysia) — turut memperkuat kolaborasi riset. Kongres ini diharapkan menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang sesuai standar internasional.

Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks