DI YOGYAKARTA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa peran DNIKS sebagai mitra pemerintah tidak bisa lagi sekadar seremonial. Dalam sambutannya di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, ia membeberkan lima pesan yang harus menjadi pegangan organisasi sosial di bawah naungan DNIKS.
Data Tunggal Jadi Fondasi Intervensi
Pesan pertama yang disampaikan Gus Ipul berkaitan dengan akurasi data. Ia meminta DNIKS turut serta memastikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sudah ada sejak 2025 terus dimutakhirkan.
"Seluruh intervensi sosial harus berbasis data yang akurat. DNIKS harus ikut peduli untuk menghadirkan data yang akurat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7).
Menurut Gus Ipul, tanpa data yang valid, program bantuan sosial berisiko tidak tepat sasaran. Ia menyebut pemutakhiran data ini menjadi tugas bersama antara Kemensos, pemerintah daerah, dan kementerian lain.
Profesionalisasi LKS dan Dorongan Akreditasi
Arahan kedua dan ketiga saling berkaitan: penguatan kapasitas sumber daya manusia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) serta perluasan akreditasi. Gus Ipul menilai masih banyak LKS yang belum memiliki standar kelembagaan dan sarana prasarana memadai.
"Saya ingin DNIKS membantu supaya LKS ini profesional dan melayani dengan kualitas baik serta berstandar nasional," kata Mensos.
Ia menambahkan, akreditasi menjadi alat untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus mencegah penyimpangan dalam pengelolaan layanan sosial. "Mendorong akreditasi LKS di seluruh Indonesia untuk memitigasi adanya penyimpangan-penyimpangan," tegas Gus Ipul.
Perluas Kemitraan dan Inovasi Program
Dua arahan terakhir menyasar keberlanjutan. Gus Ipul meminta DNIKS memperluas jejaring dengan dunia usaha dan lembaga filantropi. Ia juga mendorong lahirnya inovasi program yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Manfaat layanan sosial harus semakin dirasakan masyarakat," ujarnya.
Langkah ini, menurut Mensos, sejalan dengan amanat konstitusi Pasal 33 dan 34 UUD 1945 yang kerap diingatkan Presiden Prabowo Subianto. Gus Ipul mengutip pernyataan Presiden bahwa Indonesia masih memiliki tiga pekerjaan rumah besar: kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, kualitas pendidikan yang belum merata, serta pengangguran dan keterbatasan lapangan kerja.
DNIKS Diminta Tak Bergantung Penuh pada Pemerintah
Ketua Umum DNIKS Effendy Choirie menyambut arahan tersebut. Ia mengakui organisasi yang telah berusia 59 tahun ini memiliki sejarah panjang sebagai mitra Kemensos.
"Ternyata DNIKS punya peran yang lumayan panjang untuk menjadi mitra Kementerian Sosial sejak kelahirannya. Sampai hari ini menjadi mitra dan sekaligus melakukan inovasi dan kreasi sehingga tidak selalu bergantung kepada Kemensos," kata Effendy.
Ia menambahkan, HUT ke-59 menjadi momentum memperkuat konsolidasi hingga ke daerah melalui Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS). Effendy mengajak seluruh elemen membangun kolaborasi untuk pemberantasan kemiskinan.