Pencarian

Pemkab Gunungkidul Bangun Talud hingga Drainase di 11 Kalurahan Ponjong Lewat Gotong Royong

Sabtu, 19 September 2026 • 10:40:01 WIB
Pemkab Gunungkidul Bangun Talud hingga Drainase di 11 Kalurahan Ponjong Lewat Gotong Royong

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memulai pembangunan infrastruktur di Kapanewon Ponjong melalui program gotong royong yang melibatkan warga, TNI, Polri, dan pemerintah kalurahan. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyebut kegiatan ini memperkuat sinergi untuk mengurangi risiko bencana. Pemkab bersama DPRD mengawal alokasi anggaran perubahan, salah satunya untuk membenahi luweng di Sawah Ombo yang kerap memicu banjir.

GUNUNGKIDUL — Pencanangan program gotong royong pembangunan infrastruktur di Kapanewon Ponjong dilakukan secara simbolis di salah satu lokasi pembangunan. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan program ini melibatkan masyarakat langsung, mulai dari tingkat RT, dukuh, kalurahan, hingga kapanewon.

Peresmian tersebut sekaligus menjadi ajang pemantauan dan identifikasi permasalahan infrastruktur warga. Salah satu titik yang ditinjau adalah area Telaga Sawah Ombo.

Luweng di Sawah Ombo Jadi Prioritas Pembenahan

Pemkab Gunungkidul bersama DPRD mengawal alokasi anggaran pada perubahan, dengan salah satu fokus membenahi luweng di Sawah Ombo. Lubang alami itu disebut kerap memicu banjir hingga menutup jalan aspal setiap musim hujan.

"Kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam mengurangi risiko serta dampak bencana," kata Endah.

Stimulan Rp 15 Juta per Kalurahan untuk Material

Panewu Ponjong Asih Tri Wahyuni menyebut pemerintah memberikan stimulan bahan material sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing kalurahan melalui DPA Kapanewon Ponjong. Bantuan itu dimanfaatkan warga secara gotong royong untuk membangun infrastruktur vital.

Pembangunan fisik yang dikerjakan meliputi talud di Kalurahan Tambakromo, Kenteng, Sawahan, Umbulrejo, Sidorejo, dan Genjahan.

"Bantuan stimulan itu dimanfaatkan secara gotong royong oleh masyarakat untuk membangun berbagai infrastruktur vital," ujar Asih.

Drainase hingga Jalan Beton di Sejumlah Kalurahan

Pengerjaan saluran air atau drainase dilakukan di Kalurahan Ponjong, Sumbergiri, dan Karangasem. Pembangunan jalan beton full block dan double track dikerjakan di Kalurahan Bedoyo dan Umbulrejo.

Endah menyebut gotong royong merupakan cerminan nilai-nilai Pancasila yang diajarkan Bung Karno tentang perjuangan dan kerja keras bersama.

"Sinergi ini diharapkan terus terjaga untuk mewujudkan Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban," katanya.

Anggaran BTT Rp 1,23 Miliar untuk Air Bersih

Pada kesempatan yang sama, Endah menyampaikan anggaran Biaya Tanggap Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 1,23 miliar telah dicairkan untuk penyaluran bantuan air bersih. Langkah itu mengantisipasi dampak musim kemarau dan kekeringan.

Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat berkoordinasi melalui pengurus RT, dukuh, lurah, panewu, hingga BPBD, dengan pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

"Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat berkoordinasi melalui pengurus RT, Dukuh, Lurah, Panewu, hingga BPBD dengan didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ujar Endah.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks