Pencarian

Bupati Bantul Siapkan Grand Design Kawasan Wisata Terpadu Kasongan-Selarong-Krebet, Target DED Rampung Tahun Ini

Kamis, 16 Juli 2026 • 15:09:31 WIB
Bupati Bantul Siapkan Grand Design Kawasan Wisata Terpadu Kasongan-Selarong-Krebet, Target DED Rampung Tahun Ini
Bupati Bantul memimpin rapat penyusunan grand design kawasan wisata terpadu Kasongan-Selarong-Krebet di kantor Bappeda Bantul.

BANTUL — Tiga kawasan potensial di Kabupaten Bantul, yakni Kasongan, Selarong, dan Krebet, akan disatukan dalam satu kawasan wisata terpadu. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul tengah melakukan identifikasi awal potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah dari sisi pariwisata, industri, tata ruang, hingga infrastruktur.

Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Bantul, Eni Kriswandari, mengatakan ketiga kawasan ini memiliki identitas dan daya tarik masing-masing, namun pengembangannya selama ini berjalan sendiri-sendiri. “Makanya pada tahap awal kami identifikasi dulu baik dari sisi wisata, industri, tata ruang dan infrastruktur agar tahu potensi dan kebutuhannya,” kata Eni, Kamis (16/7/2026).

Konsep Satu Rangkaian Wisata: Kasongan-Selarong-Krebet

Dengan konsep kawasan terpadu, wisatawan yang berkunjung ke Kasongan dapat melanjutkan perjalanan ke Selarong maupun Krebet dalam satu rangkaian. Masing-masing desa diharapkan mengembangkan produk dan daya tarik yang saling melengkapi. “Jadi nanti pengunjung yang ke Kasongan bisa ke Selarong, bisa ke Krebet. Termasuk pengembangan masing-masing desa agar bisa saling mengisi,” ujar Eni.

Model pengembangan serupa sebelumnya telah diterapkan di kawasan desa wisata Kajigelem, yang merupakan akronim dari Kasongan, Jipangan, Gendeng, dan Lemahdadi. Konsep tersebut dinilai berhasil memperkuat keterkaitan antarwilayah dan akan menjadi model yang direplikasi.

Revitalisasi Infrastruktur dan Akses Jalan

Dalam aspek teknis, revitalisasi kawasan Kasongan kemungkinan akan menyentuh perbaikan infrastruktur jalan untuk meningkatkan aksesibilitas. Kemudahan akses diharapkan mendorong pergerakan pengunjung menjelajahi seluruh kawasan yang terhubung. Rencana ini juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan sektor pariwisata dan ekonomi yang diusulkan Kabupaten Bantul pada 2027.

“Makanya kami harus berbenah dari sekarang termasuk siapa berperan apa, kemudian anggarannya berapa, dari mana, itu kan harus didetailkan,” ungkap Eni.

Pergeseran Produk di Sentra Gerabah Kasongan

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMP) Bantul, Prapta Nugraha, mengungkapkan bahwa kawasan Kasongan yang dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah kini mengalami pergeseran produk. Meski perajin gerabah masih bertahan, sebagian pelaku usaha mulai mengembangkan produk interior rumah yang memiliki permintaan pasar lebih besar. “Perajin gerabahnya memang masih ada, tapi produknya yang sudah mulai bergeser. Sekarang banyak yang menjual produk interior, karena lebih laku,” jelas Prapta.

Dinamika ini menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan grand design. Pengembangan kawasan diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri kreatif dari hulu ke hilir sekaligus menjaga identitas Kasongan sebagai destinasi wisata unggulan di Bantul.

Langkah Selanjutnya: DED dan Grand Design

Bappeda Bantul menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dapat dilakukan pada tahun ini. Dokumen tersebut akan menjadi bagian dari grand design yang memuat arah pengembangan kawasan secara lebih rinci. “Rencananya Detail Engineering Design (DED) kami susun tahun ini setelahnya kami buat grand design yang di dalamnya ada DED,” kata Eni.

Hasil pemetaan awal akan menjadi dasar penyusunan DED. Seluruh tahapan ini diharapkan rampung sebelum masuk ke prioritas pembangunan Kabupaten Bantul pada 2027.

Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks