YOGYAKARTA — Jumlah pengaduan ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 40 aduan. Kepala Perwakilan ORI DIY, Muflihul Hadi, menyebutkan dari total 34 aduan, sebanyak 32 di antaranya berkaitan dengan sekolah di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Dua aduan lainnya menyangkut madrasah di bawah Kementerian Agama.
“Sebanyak 19 aduan berasal dari jenjang SMA/SMK/MA sederajat dan 15 aduan dari jenjang SMP sederajat,” ujar Muflihul, Selasa (14/7/2026).
Lonjakan Aduan pada Juni dan Modus Numpang KK
Data Ombudsman menunjukkan tren kenaikan signifikan seiring mendekatnya masa pendaftaran. Pada April 2026 hanya tercatat tiga aduan. Angka itu naik menjadi enam aduan pada Mei, lalu melonjak drastis menjadi 25 aduan pada Juni.
Muflihul menjelaskan, keluhan soal data afirmasi yang tidak sesuai sudah jauh berkurang dibandingkan tahun lalu. Namun, tahun ini justru muncul lebih banyak persoalan teknis dalam sistem. “Di tahun 2026 ini kita temukan kembali ada calon siswa yang numpang KK orang atau famili lain untuk mendapatkan jalur domisili radius. Selain itu, juga ada persoalan pada jalur mutasi, khususnya di Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Jalur Domisili hingga TKAD Jadi Sumber Keluhan Utama
Berdasarkan catatan Ombudsman, persoalan yang paling sering dikeluhkan orang tua meliputi jalur domisili dan radius sekolah, jalur prestasi, proses pendaftaran TKAD, jalur afirmasi, hingga jalur mutasi. Praktik penggunaan KK milik kerabat untuk memperoleh keuntungan di jalur domisili masih menjadi temuan klasik yang berulang setiap tahun.
Ombudsman DIY mendorong pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan untuk melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh. Beberapa rekomendasi yang disampaikan antara lain sinkronisasi data afirmasi, perbaikan teknis sistem SPMB, koordinasi penataan bangku kosong, serta pengetatan pengawasan pada jalur mutasi.
Layanan pengaduan Ombudsman DIY masih akan dibuka hingga akhir Agustus 2026. Dengan demikian, angka 34 aduan tersebut berpotensi bertambah seiring masih berlangsungnya proses penerimaan siswa baru di berbagai jenjang.