YOGYAKARTA — Pameran Smarabawana menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menyelami sejarah Kraton Yogyakarta. Tidak sekadar memajang benda koleksi, pameran ini merangkai narasi tentang tata letak keraton dan biografi pendiri Kasultanan, Sri Sultan Hamengkubuwana I.
Konsep Sedulur Papat Limo Pancer Jadi Landasan Tata Ruang Keraton
Salah satu daya tarik utama pameran adalah penyajian konsep Sedulur Papat Limo Pancer. MB Prabadwijasukendra, pemandu sekaligus abdi dalem Kraton Yogyakarta, menjelaskan bahwa konsep ini menjadi landasan tata ruang Kasultanan Yogyakarta.
“Pameran Smarabawana ini tentang tata letak Kraton Yogyakarta sama biografi Sri Sultan Hamengkubuwana,” ujar MB Prabadwijasukendra.
Konsep Sedulur Papat Limo Pancer menggambarkan keseimbangan antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta. Filosofi ini tercermin dalam penataan setiap sudut keraton yang memiliki makna spiritual dan sosial.
Fotokopi Naskah Perjanjian Giyanti Jadi Koleksi yang Paling Dicari
Memasuki ruang pamer, pengunjung disuguhi peragaan tata letak Tamansari yang pada masanya berfungsi sebagai kawasan pertahanan sekaligus tempat beristirahat keluarga Kraton Yogyakarta. Selain itu, pameran menampilkan berbagai koleksi peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Keraton Mataram dan perjalanan berdirinya Kasultanan Yogyakarta.
“Ini koleksinya dari Kerajaan Mataram sebelum dipindah di Pleret, Surakarta, dan di sini,” tambahnya.
Salah satu koleksi yang menjadi perhatian pengunjung adalah fotokopi naskah Perjanjian Giyanti tahun 1755. Naskah ini menandai pembagian wilayah Kerajaan Mataram sekaligus lahirnya Kasultanan Yogyakarta.
“Ini adalah fotokopi dari perjanjian Giyanti karena yang aslinya dijarah oleh Inggris dan tidak dikembalikan. Saat diminta mengembalikan, yang diberikan hanya 150 fotokopinya,” jelas MB Prabadwijasukendra.
Perjalanan Sultan Hamengkubuwana I Hingga Benda Koleksi Sehari-hari Keraton
Pameran ini juga mengulas perjalanan Sri Sultan Hamengkubuwana I dalam mendirikan Kasultanan Yogyakarta setelah Perjanjian Giyanti. Pengunjung bisa melihat berbagai benda koleksi yang berkaitan dengan kehidupan di lingkungan Kraton Yogyakarta, seperti pajangan, gagang keris, lampu hias, dan sejumlah perlengkapan lainnya.
Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Pameran Smarabawana
Pameran Smarabawana berlokasi di Kagungan Dalem Kedhaton, Kompleks Museum Keraton Yogyakarta. Pameran dibuka untuk umum setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.30–14.30 WIB, sementara setiap Senin tutup.
Pengunjung dapat menikmati pameran dengan harga tiket mulai Rp15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara.