Pencarian

1.000 Peserta Run For Palestine Titipkan Solidaritas di Titik Nol Yogyakarta, Dilanjutkan Orasi Kemanusiaan

Minggu, 25 Oktober 2026 • 13:02:00 WIB
1.000 Peserta Run For Palestine Titipkan Solidaritas di Titik Nol Yogyakarta, Dilanjutkan Orasi Kemanusiaan
Peserta Run For Palestine memadati Titik Nol Kilometer Yogyakarta sebelum melewati garis start.

YOGYAKARTA — Ribuan kaki bergerak dari garis start di Titik Nol Kilometer begitu pagi merambat di kawasan itu. Peserta datang dari berbagai kalangan: remaja dengan stiker bendera di pipi, orang tua berbusana putih lengkap dengan syal keffiyeh, hingga keluarga muda yang membawa anak-anak.

Rute lari mengitari kawasan Kraton Yogyakarta sebelum kembali melintasi garis finis di bawah gerbang balon raksasa Run For Palestine. Suasana olahraga pagi itu berubah menjadi panggung kemanusiaan begitu peluh peserta mengucur di garis akhir.

Dari Garis Finis ke Panggung Orasi

Forum Ukhuwah Islamiyyah (FUI) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar aksi kepedulian bertajuk "Orasi Palestina: Palestine Will Be Free". Acara berlangsung hingga pukul 09.00 WIB, menyambung gelaran lari yang sudah dimulai sejak pagi.

Di tengah kerumunan, poster-poster dibentangkan. Seorang remaja memegang poster hitam bertuliskan "DICARI RASA EMPATI YANG HILANG". Peserta lain membawa poster protes berbahasa Inggris bertuliskan "I HATE YOU ISRAEL".

Ibu-ibu berbusana putih dan hitam mengacungkan tinju ke udara sambil memekikkan takbir. Seruan itu bergema mengitari benteng bersejarah Kraton Yogyakarta.

Seruan Bachtiar Nasir di Panggung Utama

Tokoh nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) tampil sebagai orator kunci. Dengan kacamata, syal bermotif Palestina, dan batik di pundaknya, ia menunjuk ke arah massa dengan nada tegas.

Dalam orasinya, Bachtiar menyerukan agar umat Islam dan masyarakat luas tidak berhenti menyuarakan kemerdekaan rakyat Palestina dari penjajahan zionis Israel.

Isu Karhutla Ikut Disuarakan

Panggung orasi tidak hanya membahas Palestina. Para tokoh memanfaatkan forum itu untuk menyoroti isu lokal yang mendesak, salah satunya ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih membayangi sejumlah wilayah di Indonesia.

Isu lingkungan diangkat sebagai pengingat bahwa kepedulian terhadap bumi dan sesama manusia adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Pesan itu disampaikan di hadapan peserta yang masih bertahan di sekitar panggung usai lomba.

Gelaran Run For Palestine di Yogyakarta menambah daftar aksi solidaritas warga Indonesia untuk Palestina. Formatnya digabung: olahraga pagi sebagai pintu masuk, orasi kemanusiaan sebagai penutup.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: spiritofaqsa.or.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks