DI YOGYAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (23/10), dengan target resistance terdekat di 5.458-5.563. Dua analis sekuritas menilai indeks masih punya tenaga naik dalam jangka pendek, meski risiko koreksi belum sepenuhnya hilang. Pergerakan indeks hari ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan menembus level 5.458.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berada dalam fase penguatan gelombang keempat dari wave (iii) pada wave [v]. Menurut hitungannya, indeks berpeluang naik menuju area 5.458-5.563 dengan zona koreksi jangka pendek di 5.332-5.366.
"Pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], IHSG berpeluang menguat menuju 5.458-5.563, dengan area koreksi jangka pendek di 5.332-5.366," ujar Herditya dalam riset hariannya.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.185 dan 4.915, dengan resistance di 5.404 dan 5.563. Sejumlah saham direkomendasikan, yakni BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR.
Level 5.458 Jadi Penentu Arah Indeks
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova melihat level 5.458 sebagai ambang krusial. Jika indeks mampu menembus level itu, IHSG membuka peluang menguji resistensi berikutnya di 5.588.
"Penembusan level 5.458 membuka peluang IHSG menguji 5.588. Sebaliknya, jika turun di bawah 5.185, indeks berpotensi menguji area support 4.972," ujar Ivan.
Ivan memprediksi IHSG bergerak di support 4.972, 4.767, dan 4.629, serta resistance 5.458, 5.588, dan 5.774 pada perdagangan hari ini. Saham yang dia rekomendasikan adalah ADMR, BBRI, BUMI, DEWA, dan EMTK.
Modal Penguatan dari Sesi Kamis
Bekal penguatan datang dari penutupan Kamis (22/10). IHSG ditutup di level 5.387, naik 59,54 poin atau 1,12 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi pada sesi itu mencapai Rp16,16 triliun dengan volume 37,57 miliar saham diperdagangkan. Sebanyak 467 saham menguat, 204 terkoreksi, dan 123 stagnan.
Komposisi itu menunjukkan tekanan beli tersebar cukup merata, bukan hanya ditopang segelintir saham berkapitalisasi besar. Bagi investor, hal ini memberi sinyal bahwa penguatan indeks punya dasar yang lebih lebar.
Yang Perlu Dicermati Investor
Dua analis sepakat soal arah, tetapi berbeda dalam menekankan risiko. Herditya menempatkan koreksi sebagai bagian normal dari gelombang naik, sementara Ivan memberi batas tegas: level 5.185 adalah garis pertahanan.
Penurunan di bawah 5.185 akan membatalkan skenario penguatan jangka pendek dan membuka jalan ke 4.972. Sebaliknya, penembusan 5.458 menjadi konfirmasi bahwa indeks siap menuju 5.588.
Rekomendasi saham dari kedua sekuritas juga mencerminkan perbedaan pendekatan. MNC menyorot BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR yang sebagian berbasis komoditas dan konsumer, sedangkan Binaartha memilih ADMR, BBRI, BUMI, DEWA, dan EMTK yang condong ke energi, perbankan, dan infrastruktur.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.