GUNUNGKIDUL — Angka kunjungan wisatawan ke Gunungkidul pada semester pertama 2028 mencapai 2.907.533 orang, setara 89,76 persen dari target tahunan 3.239.205 kunjungan. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul Yohanes Nanang Putranto mengatakan, tren ini mendongkrak PAD sektor pariwisata hingga nyaris sempurna.
"Saat ini PAD sektor pariwisata di Gunungkidul mengalami kenaikan. Berbeda dengan tahun lalu yang belum mencapai target yang telah ditetapkan," katanya Rabu (1/7/2026).
Realisasi PAD Capai Rp 35,8 Miliar dari Target Rp 36 Miliar
Realisasi penerimaan retribusi wisata tercatat sebesar Rp 35.807.742.435 dari target tahunan Rp 36.064.663.400. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Yohanes menjelaskan, capaian tersebut menegaskan sektor pariwisata masih menjadi penggerak utama perekonomian daerah sekaligus penyumbang PAD yang substansial. Menurut dia, hal ini juga menjadi indikator meningkatnya daya tarik destinasi wisata di Gunungkidul.
Pemkab Tak Berpuas Diri, Evaluasi Digelar
Meski realisasi PAD hampir menyentuh 100 persen pada pertengahan tahun, pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri. "Nanti akan diadakan rapat koordinasi untuk mengevaluasi capaian yang sudah ada sekaligus menyusun langkah agar target yang telah ditetapkan dapat terus meningkat," ujar Yohanes.
Evaluasi terhadap target dan strategi pengembangan destinasi akan terus dilakukan agar pertumbuhan sektor pariwisata dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
Infrastruktur dan Promosi Jadi Pendorong Kunjungan
Selain meningkatnya jumlah wisatawan, Yohanes menilai pembangunan infrastruktur, kemudahan akses menuju destinasi wisata, serta berbagai agenda promosi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata di Gunungkidul.
Pihaknya tetap optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada semester kedua. Momentum libur sekolah, libur akhir tahun, serta penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata diperkirakan akan semakin mendorong peningkatan kunjungan.
"Kalau tahun lalu lonjakan wisatawan paling terasa saat libur sekolah dan akhir tahun. Namun, tahun ini jumlah kunjungan relatif lebih stabil sejak awal tahun," jelasnya.