DI YOGYAKARTA — Pertandingan di Stadion Rose Bowl, Los Angeles, ini menjadi panggung hidup-mati bagi kedua tim. Mesir yang datang sebagai salah satu unggulan grup harus segera bangkit setelah hasil imbang kontra Iran dan Belgia membuat posisi mereka rawan. Sementara New Zealand, tim peringkat 85 dunia, hanya butuh satu kemenangan untuk mencatat sejarah pertama lolos dari fase grup.
Mohamed Salah Jadi Andalan di Laga Krusial
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, diperkirakan akan tetap mengandalkan skema 4-3-3 yang fleksibel. Mohamed Salah yang telah mencetak sembilan gol di kualifikasi akan menjadi ujung tombak bersama Omar Marmoush. Di lini tengah, Marwan Attia dan Hamdi Fathi akan bertugas sebagai penyaring serangan lawan.
“Kami tidak boleh menyia-nyiakan turnamen terakhir Mohamed Salah di Piala Dunia,” ujar salah satu pengamat sepak bola Mesir. Faktanya, Mesir adalah salah satu tim yang paling sering under-perform di ajang ini. Mereka lolos tanpa terkalahkan dengan hanya kebobolan dua gol, tapi gaya pragmatis mereka sempat terbongkar saat kalah dari Senegal di semifinal Piala Afrika 2025.
New Zealand Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
New Zealand bukan lagi tim amatir seperti saat tampil di Piala Dunia 2010. Pelatih Darren Bazeley membawa skuad yang disebut komentator Paul Ifill “jauh lebih baik” dari generasi sebelumnya. Mereka mengandalkan penguasaan bola, meski hasil uji coba melawan tim kuat masih kurang memuaskan — tujuh kekalahan dari 10 laga persahabatan.
Namun, kemenangan 4-1 atas Chile pada Maret lalu menjadi sinyal positif. Chris Wood yang menjadi kapten dan ujung tombak akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Mesir. Bazeley sendiri optimistis: “Kami punya perpaduan talenta muda dan pemain berpengalaman untuk memaksimalkan peluang lolos dari grup.”
Grup G Masih Terbuka Lebar
Hasil imbang Belgia vs Iran di pertandingan sebelumnya membuat peta persaingan Grup G semakin rumit. Keempat tim masih berpeluang lolos ke babak 32 besar. Belgia yang berada di peringkat 9 dunia, Iran (21), dan Mesir (29) sama-sama belum aman. Satu hasil imbang pun bisa mengubah posisi klasemen secara dramatis.
Momen paling krusial dari laga Belgia vs Iran adalah penyelamatan gila-gilaan kiper Iran, Alireza Beiranvand. Ia menggagalkan peluang emas Maxim De Cuyper dengan refleks luar biasa di menit ke-60. Belgia harus bermain dengan 10 orang setelah Nathan Ngoy diusir wasit karena melanggar Mehdi Taremi.
Perkiraan Susunan Pemain dan Strategi
New Zealand diprediksi tetap memakai formasi 4-2-3-1 dengan Max Crocombe di bawah mistar. Duet bek tengah Finn Surman dan Michael Boxall akan menjadi tembok pertama menghadapi Salah. Sementara Mesir kemungkinan besar menurunkan Mostafa Shobeir yang mulai menggeser posisi Mohamed El-Shenawy sebagai kiper utama.
Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi ambisi kedua tim. Bagi Mesir, ini adalah kesempatan terakhir Salah menorehkan prestasi di panggung terbesar sepak bola. Bagi New Zealand, ini adalah peluang emas untuk membuktikan bahwa sepak bola Oseania bukan sekadar pelengkap.