DI YOGYAKARTA — Korban meninggal diidentifikasi sebagai Francesca Valentino, perempuan berusia 46 tahun asal Italia. Selain satu korban jiwa, tiga orang dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk perawatan intensif, sementara enam lainnya mendapat penanganan medis di tempat kejadian. Pusat Operasi Darurat (COE) setempat menyatakan kebakaran telah berhasil dikendalikan, namun penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
Material Atap Jerami dan Angin Jadi Faktor Percepat Api
Rekaman video yang beredar di media lokal menunjukkan kepulan asap hitam membumbung tinggi di atas garis pantai Karibia. Api tampak melalap bagian atap hotel yang terbuat dari jerami dan daun palem—material yang lazim digunakan pada arsitektur resor tropis di kawasan tersebut.
COE dalam keterangan resminya menyebutkan hasil pengamatan awal mengindikasikan api menyebar dengan sangat cepat karena material atap yang mudah terbakar serta kondisi angin yang mendukung. Layanan darurat DAEH turut dikerahkan dalam proses evakuasi dan pemadaman.
Resor Tetangga Tak Terdampak, Aktivitas Wisata Dinyatakan Normal
Viva Wyndham Dominicus Palace, yang berada dalam satu jaringan hotel dengan resor yang terbakar, dilaporkan tidak mengalami kerusakan. Otoritas setempat menegaskan aktivitas pariwisata di Bayahibe dan wilayah sekitarnya tetap berlangsung normal dan aman bagi wisatawan.
Seluruh tamu hotel yang terdampak telah dipindahkan ke sejumlah hotel di sekitar lokasi. Proses relokasi dilakukan cepat untuk memastikan para wisatawan tidak kehilangan tempat menginap di tengah liburan mereka.
Republik Dominika: Destinasi Wisata Terbesar di Karibia
Republik Dominika merupakan destinasi wisata terbesar di kawasan Karibia, terkenal dengan pantai berpasir putih dan perairan jernih. Negara ini mencatatkan kedatangan sekitar 5,6 juta wisatawan internasional dalam lima bulan pertama tahun 2026. Insiden kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan bangunan di kawasan resor yang padat pengunjung.