DI YOGYAKARTA — Rig PDSI#11.2/N80B-M yang dioperasikan Pertamina Drilling membuktikan ketangguhannya di lapangan. Seluruh rangkaian pengeboran hingga uji produksi sumur SLW-F002 rampung dalam 54 hari dengan catatan keselamatan kerja yang baik. Hasil uji produksi awal pada 11 Juni 2026 menunjukkan lapisan reservoir Kais mampu mengalirkan minyak menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
Kolaborasi di Ujung Timur Indonesia
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian teknis. Menurutnya, ini adalah buah dari kolaborasi erat antara seluruh pekerja dan pemangku kepentingan di proyek tersebut. Rig PDSI#11.2 dinilai mampu menjaga performa optimal dari sisi efisiensi waktu, keandalan peralatan, hingga standar HSSE yang ketat selama operasi berlangsung.
“Keberhasilan pengeboran dan uji produksi sumur SLW-F002 menjadi bukti komitmen Pertamina Drilling dalam menghadirkan layanan pemboran yang andal, aman, dan efisien,” ujar Avep dalam keterangan resminya, Kamis (18/6).
Dampak Langsung ke Produksi Migas Nasional
Tambahan 623 barel per hari dari sumur ini menjadi angin segar bagi sektor hulu migas. Di tengah tantangan penurunan produksi alami dari sumur-sumur tua, setiap temuan baru atau keberhasilan pengeboran pengembangan seperti di Salawati sangat krusial. Wilayah kerja Salawati sendiri merupakan area historis yang terus dioptimalkan oleh PEPC Region 4 Zona 14.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran strategis rig milik anak usaha Pertamina dalam rantai pasok nasional. Dengan teknologi dan standar keselamatan yang teruji, Pertamina Drilling menunjukkan bahwa rig nasional sanggup bersaing dan mendukung target produksi energi Indonesia secara langsung.