SLEMAN — Promosi PSS Sleman ke Super League musim 2026/2027 memastikan derby panas DIY akan kembali tersaji di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. PSIM Jogja yang lebih dulu mentas di kompetisi elite musim ini, kini akan kedatangan tamu istimewa dari Kota Sleman. Panggung sepak bola Yogyakarta pun dipastikan bergelora.
Apa Harapan Seto Nurdiantoro di Balik Derby Super League?
Seto Nurdiantoro, yang namanya melegenda di sepak bola Bumi Mataram, melihat derby ini sebagai lebih dari sekadar pertandingan. Ia menyebut laga akbar ini bisa menjadi momentum rekonsiliasi bagi para suporter yang selama ini terpolarisasi. "Ini kesempatan untuk menyatukan kembali semangat sepak bola Yogya," ujarnya.
Ia juga mendorong agar rivalitas ini dimanfaatkan sebagai laboratorium pembinaan. "Saya berharap derby jadi wadah pemain muda untuk unjuk gigi," tambah legenda hidup tersebut. Menurutnya, atmosfer derby adalah ujian mental terbaik bagi talenta lokal.
Dua Tim DIY, Satu Panggung Super League
Keberhasilan PSS Sleman menyusul PSIM Jogja menandai musim bersejarah bagi sepak bola DI Yogyakarta. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, dua klub dari provinsi yang sama akan berlaga di kasta tertinggi secara bersamaan. Publik sepak bola Jogjakarta disebut menyambut antusias fenomena langka ini.
Seto Nurdiantoro menekankan bahwa persaingan di atas lapangan harus tetap dijaga dalam koridor sportivitas. Ia percaya, jika dikelola dengan baik, derby Sleman versus Jogja bisa menjadi agenda tahunan yang dinantikan, tidak hanya oleh warga DIY, tetapi juga penggemar sepak bola nasional.
Dari Rekonsiliasi Hingga Regenerasi Pemain
Harapan terbesar Seto adalah agar euforia promosi ini tidak berhenti pada seremoni. Ia menginginkan adanya dampak jangka panjang, terutama dalam hal regenerasi pemain. "Ini saatnya pemain muda Yogya naik kelas," tegasnya.
Dengan dua klub di kasta tertinggi, pembinaan usia muda diharapkan mendapat angin segar. Para pemain lokal kini memiliki panggung lebih luas untuk berkembang, baik di skuad PSS Sleman maupun PSIM Jogja. Musim 2026/2027 diprediksi menjadi musim paling menarik bagi sepak bola DIY dalam satu dekade terakhir.