SLEMAN — Pelantikan pengurus Askab PSSI Sleman untuk lima tahun ke depan berlangsung di Pendopo Parasamya, Minggu (14/6). Kepengurusan baru ini langsung menargetkan perbaikan sistem manajemen organisasi sebagai langkah awal.
Target Utama: Pembinaan Usia Muda hingga Timnas
Ketua Askab PSSI Sleman, Deny Ardianta, menegaskan bahwa program prioritas kepengurusannya adalah penguatan pembinaan usia dini. Target jangka panjangnya adalah mencetak talenta lokal yang mampu menembus Tim Nasional Indonesia.
"Kami ingin membangun ekosistem sepak bola yang sehat dari akar rumput. Pembinaan usia muda menjadi kunci agar Sleman punya kontribusi nyata untuk Timnas," ujar Deny dalam sambutannya.
Sinergi dengan Pemkab Sleman Jadi Modal Awal
Proses pelantikan yang digelar di pendopo kabupaten menjadi simbol dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Deny menyebut sinergi dengan pemkab dan seluruh stakeholder sepak bola di Sleman akan menjadi fondasi utama kepengurusannya.
Menurutnya, pengelolaan sepak bola tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara Askab, klub, sekolah sepak bola (SSB), serta pemerintah daerah untuk menciptakan pembinaan yang berkelanjutan.
Pembenahan Tata Kelola Jadi Pekerjaan Rumah
Selain urusan prestasi di lapangan, kepengurusan baru juga fokus pada pembenahan administrasi dan manajemen organisasi. Deny menargetkan Askab PSSI Sleman bisa lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola program serta anggaran.
"Tata kelola yang baik adalah syarat mutlak. Kalau organisasinya rapi, pembinaan pemain bisa berjalan optimal," tambahnya.
Pelantikan ini menjadi awal dari rangkaian program kerja Askab PSSI Sleman yang dijadwalkan berjalan mulai pertengahan 2026. Beberapa agenda awal yang akan digarap meliputi pendataan ulang SSB dan kompetisi internal antar kecamatan.