YOGYAKARTA — Nasib Franco Ramos Mingo di PSIM Jogja masih menjadi teka-teki. Kontrak pemain asal Argentina itu akan segera habis bersamaan dengan rampungnya musim kompetisi BRI Super League 2025/2026, namun hingga saat ini belum ada kepastian dari manajemen klub.
Franco Ramos Akui Belum Ada Pembahasan Soal Perpanjangan
Franco Ramos mengaku belum mengetahui rencana klub terkait masa depannya. Pemain berusia 28 tahun itu masih menunggu komunikasi resmi dari pihak PSIM Jogja.
"Saya belum tahu. Belum ada pembicaraan soal kontrak baru," ujarnya kepada awak media di Yogyakarta, baru-baru ini.
Tampil Konsisten Sepanjang Musim
Sepanjang musim ini, Franco Ramos menjadi salah satu pemain asing yang tampil konsisten di lini belakang PSIM Jogja. Performa solidnya membuatnya menjadi pilihan utama di posisi bek tengah. Kontribusinya dinilai cukup vital bagi pertahanan tim berjuluk Laskar Mataram tersebut.
Meski demikian, konsistensi itu ternyata belum cukup untuk membuat manajemen bergerak cepat memberikan kepastian. Hingga memasuki fase akhir kompetisi, nasib pemain asal Argentina itu masih menggantung.
Nasib Pemain Asing Lain Juga Jadi Tanda Tanya
Ketidakjelasan kontrak tidak hanya dialami Franco Ramos. Beberapa pemain asing PSIM Jogja lainnya juga dikabarkan berada dalam situasi serupa. Manajemen klub disebut masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad sebelum menentukan pemain mana yang akan dipertahankan untuk musim depan.
Keputusan akhir diperkirakan baru akan diumumkan setelah kompetisi benar-benar usai. Para pemain pun hanya bisa menunggu sambil tetap menjaga kondisi fisik dan mental.
PSIM Jogja Butuh Kepastian Segera
Bagi PSIM Jogja, memperpanjang kontrak pemain asing yang sudah terbukti kualitasnya menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas tim. Franco Ramos dinilai sudah cocok dengan skema permainan yang diterapkan pelatih. Jika dilepas, klub harus mencari pengganti yang tidak kalah berkualitas di bursa transfer.
Di sisi lain, jika tidak kunjung ada kejelasan, Franco Ramos berpotensi hengkang dengan status bebas transfer. Situasi ini tentu merugikan klub yang sudah berinvestasi pada pemain tersebut sejak awal musim.