BANTUL — Pelatihan ini menyasar para takmir masjid dan pemuda di wilayah Bantul agar mampu menjalankan proses penyembelihan sesuai standar rumah potong hewan. Kegiatan berlangsung di Aula PCNU Bantul dan diikuti puluhan peserta dari berbagai kecamatan.
Mengapa Pelatihan Juleha Digelar Menjelang Idul Adha?
Pelatihan ini bertujuan memastikan setiap hewan kurban yang disembelih memenuhi kriteria halal dan thayyib. Ketua DPW PKB DIY menekankan bahwa keterampilan teknis juru sembelih sering kali terabaikan, padahal menjadi faktor utama keabsahan ibadah kurban.
"Kami ingin memastikan bahwa daging kurban yang diterima masyarakat tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga higienis," ujar perwakilan panitia dalam sambutannya.
Materi Pelatihan: Dari Fikih hingga Teknik Penyembelihan
Para peserta mendapatkan materi fikih penyembelihan, teknik memegang pisau yang benar, hingga cara memastikan hewan dalam kondisi sehat sebelum disembelih. Instruktur dari PCNU Bantul juga mengajarkan praktik langsung menggunakan alat peraga.
Selain aspek syariat, pelatihan ini menyoroti pentingnya kesejahteraan hewan. Hewan kurban tidak boleh diperlakukan kasar atau dilihat oleh hewan lain saat proses penyembelihan berlangsung.
Kolaborasi Politik dan Ulama untuk Kurban Berkualitas
Kerja sama antara DPW PKB DIY dan PCNU Bantul ini dinilai strategis. PKB sebagai partai politik memiliki jaringan hingga ke tingkat ranting, sementara NU memiliki otoritas keagamaan di akar rumput. Perpaduan ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak calon juru sembelih di pelosok Bantul.
Peserta yang lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti kompetensi. Sertifikat ini bisa menjadi syarat administratif jika suatu masjid ingin mengajukan permohonan tempat pemotongan hewan kurban resmi.
Antisipasi Lonjakan Pemotongan Hewan Kurban
Setiap Idul Adha, Bantul menjadi salah satu daerah dengan jumlah pemotongan hewan kurban tertinggi di DIY. Puluhan ribu ekor kambing dan sapi dipotong dalam waktu singkat, sering kali oleh juru sembelih yang tidak terlatih.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kualitas daging kurban meningkat dan risiko penyakit zoonosis dapat ditekan. Panitia juga berencana mengadakan pelatihan serupa di kabupaten lain setelah Idul Adha.