200 Tenaga Kerja Terserap di Desa Wisata Krebet Bantul, Batik Kayu Jadi Andalan Ekonomi Warga

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:07 WIB
Sekitar 200 tenaga kerja lokal bekerja di 50 rumah produksi batik kayu Desa Wisata Krebet, Bantul.

BANTUL — Roda ekonomi Desa Wisata Krebet terus berputar berkat kerajinan batik kayu yang menjadi ciri khas utama. Berdasarkan data pengelola, terdapat lebih dari 50 rumah produksi aktif yang mempekerjakan sekitar 200 tenaga kerja lokal setiap harinya. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan ini juga didukung oleh keberadaan lebih dari 150 unit usaha masyarakat yang tersebar di sekitar area wisata.

Desa yang berlokasi di Kecamatan Pajangan, Bantul, ini mengelola pariwisata secara mandiri melalui konsep Community Based Tourism (CBT). Seluruh aktivitas, mulai dari homestay, kuliner, hingga pemandu wisata, diatur oleh 11 divisi khusus yang digerakkan warga setempat.

Batik Kayu: Media Seni yang Membedakan Krebet dari Desa Lain

Berbeda dengan batik kain pada umumnya, seniman di Krebet melukis motif batik menggunakan malam dan canting langsung di atas media kayu. Hasilnya berupa perabotan rumah tangga, hiasan dinding, hingga suvenir khas yang menjadi daya tarik utama wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pengelola Desa Wisata Krebet, Jati Kumara, bersama Bendahara Mas Panut, menyambut langsung rombongan jurnalis yang berkunjung pada Jumat (22/5/2026) di pendopo desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Media Gathering Astra Motor Yogyakarta yang ingin memperkenalkan potensi lokal sekaligus mempererat hubungan dengan media.

Dukungan Astra Melalui Program Desa Sejahtera

Kolaborasi dengan Astra melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) memberikan dampak nyata dalam memajukan UMKM di Krebet. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi dan memperluas jangkauan pasar hasil karya warga.

Desa ini juga memiliki 25 homestay yang sanggup menampung hingga 300 tamu. Prestasi nasional sebagai Juara 1 Kategori Kelembagaan dan SDM pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 menjadi bukti tata kelola pariwisata yang matang.

Perjalanan 19,3 Km dari Kota Yogyakarta ke Krebet

Rombongan jurnalis memulai perjalanan dari Kantor Main Dealer Astra Motor Yogyakarta pukul 09.20 WIB. Menggunakan skutik premium Honda PCX 160 Roadsync, mereka menempuh rute perkotaan hingga medan menanjak di perbukitan Bantul sejauh 19,3 km. Dengan kecepatan jelajah rata-rata 50 km/jam, rombongan tiba di lokasi dalam waktu 40 menit.

Honda PCX 160 Roadsync yang dikendarai tim redaksi tercatat memiliki odometer awal 1.796,7 km. Skutik ini terbukti mumpuni melibas tanjakan dan memberikan kenyamanan berkendara selama perjalanan.

Berapa jumlah tenaga kerja yang terserap di Desa Wisata Krebet?

Sekitar 200 tenaga kerja lokal terserap dari 50 rumah produksi batik kayu yang masih aktif. Selain itu, terdapat lebih dari 150 unit usaha masyarakat yang berkembang di sekitar area wisata.

Apa yang membedakan batik kayu Krebet dengan batik lainnya?

Seniman di Krebet melukis motif batik menggunakan malam dan canting langsung di atas media kayu, bukan kain. Hasilnya berupa perabotan dan suvenir unik yang menjadi daya tarik utama desa wisata ini.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: inikata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top