Pencarian

Pemkot Yogyakarta Dorong 45 KDKMP Kembangkan Usaha Sesuai Potensi Ekonomi Tiap Kelurahan

Selasa, 15 September 2026 • 08:42:31 WIB
Pemkot Yogyakarta Dorong 45 KDKMP Kembangkan Usaha Sesuai Potensi Ekonomi Tiap Kelurahan
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memimpin konsolidasi Satgas Koperasi Kelurahan Merah Putih di Yogyakarta, Senin.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mendorong 45 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengembangkan usaha berdasarkan potensi ekonomi lokal masing-masing wilayah. Dari jumlah itu, 28 koperasi atau 62,22 persen sudah beroperasi. Pemkot menekankan diferensiasi usaha tiap kelurahan agar koperasi tidak sekadar meniru pola yang sama.

YOGYAKARTA — Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menegaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bergantung pada kemampuan membaca potensi ekonomi wilayah masing-masing. Arahan itu disampaikan dalam Konsolidasi dan Pemantapan Satgas Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Yogyakarta, Senin.

Menurut Wawan, koperasi di tingkat kelurahan harus menghasilkan manfaat nyata bagi warga sekitar. Ukurannya sederhana: apakah keberadaan koperasi mampu menggerakkan ekonomi lingkungan setempat.

"Yang penting bisa memberikan satu manfaat kepada masyarakat sekitar. Keberadaan KDKMP itu bisa meningkatkan ekonomi lingkungan atau ekonomi setempat," kata Wawan.

Potensi dan Pasar Jadi Kunci Pengembangan Usaha KDKMP

Wawan menyebut dua kata kunci yang menentukan arah usaha koperasi: potensi dan pasar. Potensi wilayah bisa berupa wisata, perdagangan, maupun usaha barang dan jasa.

"Ujung-ujungnya kata kuncinya potensi dan pasar. Pasarnya siapa, ini yang harus kita kerjakan," katanya.

Ia mendorong setiap KDKMP memiliki diferensiasi sesuai karakter wilayahnya. Pola usaha yang seragam dinilai tidak akan efektif karena kebutuhan ekonomi tiap kelurahan berbeda.

Kreativitas dan inovasi berbasis peluang lokal menjadi syarat agar koperasi bisa tumbuh, bukan sekadar formalitas kelembagaan.

28 dari 45 KDKMP di Yogyakarta Sudah Beroperasi

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyampaikan data terkini. Dari 45 KDKMP yang terbentuk di Yogyakarta, sebanyak 28 koperasi atau 62,22 persen telah beroperasi.

Angka itu menunjukkan koperasi di tingkat kelurahan mulai bergerak. Namun Pemkot menilai penguatan masih diperlukan agar perkembangan tiap koperasi merata.

"Struktur sudah kita siapkan, tantangan kita sekarang adalah bagaimana struktur ini bisa bekerja lebih efektif, tidak berjalan sendiri-sendiri, dan menghasilkan progres nyata di 45 KDKMP," kata Tri Karyadi.

UMKM Didorong Sinergi dengan Koperasi Kelurahan

Wawan menekankan pentingnya sinergi antara UMKM yang sudah ada dengan KDKMP. Data UMKM yang tersedia bisa langsung ditandemkan dengan koperasi di wilayah yang sama.

"Kalau kita bicara UMKM, data yang sudah ada tinggal kita tandem dengan KDKMP. Wilayah itu justru harus memahami potensi ekonomi yang bisa diterapkan di sana," katanya.

Dalam skema ini, KDKMP berperan sebagai penghubung antara potensi usaha warga, kebutuhan masyarakat, dan pasar. Peran itu menuntut pemahaman wilayah yang tidak bisa diseragamkan antar kelurahan.

Pemkot Yogyakarta akan terus memperkuat kelembagaan 45 KDKMP yang sudah terbentuk. Fokus berikutnya adalah memastikan setiap koperasi berjalan dengan model usaha yang sesuai karakter ekonomi kelurahannya masing-masing.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks