Pencarian

Harga Emas Dunia Anjlok 1,43% ke US$ 4.282,7, Terendah dalam Sebulan

Selasa, 15 September 2026 • 08:06:31 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok 1,43% ke US$ 4.282,7, Terendah dalam Sebulan
Harga emas dunia turun 1,43% ke US$4.282,7 per troy ons, terendah dalam sebulan.

DI YOGYAKARTA — Penurunan tajam terjadi sepanjang sesi perdagangan. Dalam perdagangan intraday, harga logam mulia sempat ambrol lebih dari 2% sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahan dan ditutup di US$ 4.282,7 per troy ons.

Level tersebut menjadi yang terendah sejak lebih dari sebulan terakhir, menandai koreksi beruntun emas di tengah perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

ECB Sudah Mengetuk Palu, Fed Menyusul Pekan Ini

Pemicu utama koreksi emas adalah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan di sejumlah bank sentral utama. Pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,5%.

Minggu ini giliran Federal Reserve yang akan mengumumkan keputusan suku bunga usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate 25 bps ke rentang 3,75-4% pada rapat 16 September waktu setempat mencapai 92,4%.

Probabilitas setinggi itu membuat pasar nyaris menganggap kenaikan sebagai kepastian. Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, secara historis tertekan ketika suku bunga naik karena biaya peluang memegang aset ini meningkat dibandingkan instrumen berbunga seperti obligasi AS.

Mengapa Emas Kehilangan Tenaga

Penguatan ekspektasi suku bunga mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan penguatan dolar AS. Keduanya merupakan kombinasi yang secara langsung menekan harga emas.

Ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain, sehingga permintaan global cenderung melemah. Sementara kenaikan yield obligasi membuat aset safe haven tanpa kupon seperti emas kalah menarik.

Pasar juga mencermati apakah Fed akan memberi sinyal lanjutan soal lintasan suku bunga hingga akhir tahun. Nada hawkish dari pernyataan The Fed berpotensi memperpanjang tekanan jual di pasar emas.

Yang Perlu Dicermati Investor

Bagi investor emas, dua hal menjadi fokus dalam sepekan ini. Pertama, besaran kenaikan suku bunga Fed yang sudah nyaris pasti 25 bps. Kedua, bahasa pernyataan dan konferensi pers Ketua Fed soal prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS.

  • Jika Fed menaikkan bunga sesuai ekspektasi dan memberi sinyal kenaikan lanjutan, emas berpotensi menguji level support lebih rendah.
  • Jika Fed menaikkan bunga namun bernada dovish soal langkah berikutnya, emas bisa mendapat ruang rebound teknikal.
  • Pergerakan dolar AS dan yield US Treasury akan menjadi indikator utama arah jangka pendek emas.

Di sisi lain, permintaan emas fisik dari bank sentral dan konsumen di pasar Asia, termasuk Indonesia, masih menjadi penopang harga dalam jangka menengah. Namun dalam jangka pendek, dominasi faktor suku bunga AS masih kuat.

Pelaku pasar emas dalam negeri, baik investor maupun konsumen yang ingin membeli perhiasan atau logam mulia, perlu mencermati momentum ini. Koreksi harga bisa menjadi peluang masuk, tetapi risiko penurunan lanjutan masih terbuka jika Fed bersikap lebih agresif dari perkiraan.

Investasi mengandung risiko.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks