Pencarian

Setahun Purbaya di Kemenkeu, Ekonomi Tumbuh 5,33% tapi Target 8% Masih Jauh

Kamis, 10 September 2026 • 08:07:31 WIB
Setahun Purbaya di Kemenkeu, Ekonomi Tumbuh 5,33% tapi Target 8% Masih Jauh
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara khusus dengan detikcom di Yogyakarta.

DI YOGYAKARTA — Genap setahun Purbaya Yudhi Sadewa menakhodai Kementerian Keuangan. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu masuk ketika ekonomi Indonesia tengah tertekan dan dibayangi pesimisme pasar.

Empat kuartal sebelum Purbaya menjabat, rata-rata pertumbuhan ekonomi berada di 4,99%. Setelahnya, angka itu naik menjadi 5,33%—selisih 0,34 poin persentase. Perbaikan memang terjadi, tapi belum cukup untuk mendekati target yang dicanangkan pemerintah.

Gaya Koboi dan Kebijakan Kejutan

Purbaya dikenal dengan gaya komunikasi yang ceplas-ceplos dan penuh kejutan. Pendekatannya berbeda dari menteri keuangan sebelumnya yang cenderung konservatif dalam berbicara ke publik.

Salah satu langkah kontroversialnya adalah menggelontorkan Rp 200 triliun dana pemerintah ke bank-bank Himbara. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong penyaluran kredit dan menggerakkan sektor riil.

Selain itu, Purbaya juga dikenal getol memelototi belanja Kementerian/Lembaga. Ia kerap mempertanyakan pos-pos anggaran yang dianggap tidak produktif atau tidak memberikan dampak langsung ke ekonomi.

Pertumbuhan 5,33% vs Target 8%

Dalam wawancara khusus dengan detikcom, Purbaya mengakui bahwa hasilnya belum sesuai ekspektasi awal. Ia menyebut seharusnya ekonomi sudah tumbuh lebih cepat jika desain kebijakan berjalan sesuai rencana.

"Kalau desainnya sesuai dengan yang saya dan Pak Presiden inginkan saat itu, harusnya kita sudah tumbuh lebih cepat. Harusnya kita sudah di kisaran 6%," kata Purbaya kepada detikcom, Selasa (8/9).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa bahkan menteri keuangannya sendiri melihat capaian 5,33% sebagai sesuatu yang belum optimal. Target 6% yang disebut Purbaya pun masih di bawah ambisi pemerintah yang mencapai 8%.

Apa Artinya bagi Pelaku Pasar

Bagi investor dan pelaku bisnis, setahun kepemimpinan Purbaya memberikan sinyal campuran. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari periode sebelumnya menunjukkan adanya momentum positif.

Di sisi lain, kesenjangan antara realisasi dan target 8% menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan yang dijalankan. Apakah stimulus Rp 200 triliun ke Himbara benar-benar mengalir ke sektor produktif, atau hanya menumpuk di sistem perbankan?

Pasar obligasi dan saham akan terus mencermati arah kebijakan fiskal ke depan. Jika pemerintah tetap ngotot mengejar 8% tanpa strategi yang jelas, risiko pelebaran defisit anggaran bisa meningkat.

Tantangan ke Depan

Purbaya masih punya waktu untuk membuktikan bahwa gaya koboinya bisa membawa hasil nyata. Namun tekanan global—dari ketidakpastian suku bunga The Fed hingga perlambatan ekonomi China—membuat ruang manuver semakin sempit.

Wawancara lengkap Purbaya akan ditayangkan dalam program detikSore hari ini, Kamis (10/9/2025) pukul 15.00 WIB. Publik akan mendengar langsung bagaimana ia menjawab keraguan atas target 8% dan langkah apa yang disiapkan untuk sisa tahun ini.

Investasi mengandung risiko.

Follow jogjasatu.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks