DI YOGYAKARTA — Ali, 52 tahun, mengaku dirinya adalah penggemar berat Brown. Ia bahkan menyebut pemain berusia 29 tahun itu sebagai "disrupter" penting bagi budaya olahraga, terutama sebagai seorang pria kulit hitam. "Kita hidup di dunia yang telah memandang kami dengan cara yang sangat terbatas untuk waktu yang lama," ujar Ali membuka percakapan, seperti dikutip THR.
Percakapan Dua Dunia: Aktor dan Atlet di Puncak Karier
Pertemuan ini merupakan format baru dari THR yang mempertemukan aktor dengan atlet favoritnya. Brown, yang dikenal vokal di luar lapangan—mulai dari mengkritik ofisial NBA hingga berbicara di Harvard dan menjadi fellow di MIT Media Lab—mengaku gugup saat akan bertemu Ali. Namun, kekaguman itu tampaknya saling mengalir.
Ali, yang juga mantan pemain basket dan sempat mendapatkan beasiswa di Saint Mary's College, mengaku terinspirasi oleh cara Brown merangkul "kepenuhan dirinya" di luar basket. "Apa artimu bagi budaya olahraga, dan secara spesifik sebagai mantan atlet dan pria kulit hitam, betapa pentingnya dirimu sebagai seorang disrupter," puji Ali.
Hidup Baru di Philadelphia dan "Rebirth" ala Jaylen Brown
Percakapan berlangsung di tengah momen besar karier Brown. Ia baru saja ditukar dari Boston Celtics ke Philadelphia 76ers dengan nilai kontrak fantastis, US$183 juta untuk tiga musim ke depan. Kepindahan ini ia sebut sebagai proses "kelahiran kembali".
"Jelas ini mengecewakan, sampai batas tertentu, melihat bagaimana semuanya berakhir di Boston. Tapi saya juga sangat bersemangat dengan kesempatan ini," kata Brown. "Saya menaruh seluruh energi saya ke arah itu. Ini berat, pindah barang, keluarga, mencari tempat baru. Berpisah dengan hal-hal yang membuat saya nyaman di Boston. Sekarang saya harus menemukan hal baru di Philadelphia, ini adalah rebirth."
Brown bahkan menggelar konferensi pers perkenalannya bukan di arena, melainkan di pusat komunitas setempat. Ia juga secara terbuka mengajak LeBron James bergabung, dan keinginan itu terwujud. Momen ini disebut Ali "sangat luar biasa" karena ia kebetulan sedang syuting di Philadelphia.
Transformasi Diri: "Saya Lawan Terberat Saya Sendiri"
Bagi Ali, obsesinya adalah menjadi aktor yang transformatif. Pemenang Oscar untuk Green Book dan Moonlight ini punya satu aturan main: tidak pernah mengulang karakter yang sama. "Saya tidak ingin ada 'karakter bocor' dari satu peran ke peran lain," tegasnya.
Brown merespons dengan perspektif yang selaras. "Bagi saya, pertumbuhan dan transformasi itu sinonim," ujarnya. "Saya seorang Scorpio, saya harus bertransformasi berkali-kali. Begitu kamu menyadari area hidupmu yang perlu berkembang, sesuatu harus mati. Jadi, ini selalu tentang saya melawan saya. Saya adalah lawan terbesar saya sendiri."
Pernyataan Brown itu langsung mendapat sambutan hangat dari Ali. "Saya suka itu. Transformasi. Saya ingin sekali, pada akhirnya nanti, dianggap sebagai aktor yang transformatif," balas Ali.
Serial Baru THR: Menjembatani Olahraga dan Hiburan
Percakapan ini menjadi episode perdana Game Recognize Game, serial terbaru THR yang dirancang untuk mempertemukan bintang papan atas dari industri olahraga dan hiburan. Dengan semakin menyatunya ekosistem kedua industri, THR ingin menghadirkan obrolan mentah dan jujur soal tekanan ketenaran hingga cara menghadapi kegagalan.
Brown, yang juga menjadi pemain NBA aktif pertama yang meluncurkan brand performa independen bernama 741, akan memulai musim barunya bersama 76ers. Sementara Ali bersiap menyapa penonton lewat film terbarunya, Your Mother Your Mother Your Mother, dan musim kedua serial HBO, Task.