BANTUL — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul akan menggelar sosialisasi publik kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Piyungan, tepatnya di Padukuhan Bawuran, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan. Sosialisasi tahap pertama ini direncanakan setelah dokumen detail engineering design (DED) bangunan selesai, yang ditargetkan rampung setelah Agustus 2026.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan, sosialisasi menjadi bagian dari persiapan pematangan dan penyiapan lahan atau cut and fill. Materi yang akan disampaikan adalah rencana aktivitas pembangunan agar masyarakat memahami dan memaklumi adanya pekerjaan di sekitar permukiman mereka.
Sosialisasi Digelar Bersama Kartamantul
Berbeda dari kegiatan serupa pada umumnya, sosialisasi ini tidak hanya melibatkan warga Bantul. DLH akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah di wilayah Kartamantul—Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul—karena cakupan layanan PSEL memang untuk kawasan DIY Raya.
"Nanti sosialisasi dilakukan bersama dengan Kartamantul karena memang PSEL ini sasarannya DIY Raya," kata Bambang di Bantul, Senin.
PKS Masih Digodok di Level Provinsi
Sebelum sosialisasi digelar, pemerintah masih mematangkan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Proses ini berlangsung di level Provinsi DIY dengan pendampingan dari pemkab dan pemkot di kawasan Kartamantul, termasuk terkait adendum dokumen.
"Ini masih digodok di level Provinsi DIY didampingi dengan Pemkab/Pemkot Yogyakarta, Sleman, Bantul terkait adendum dokumen," ujarnya.
Target Sosialisasi: Pertengahan September
Bambang menargetkan sosialisasi dapat dimulai paling lambat pertengahan September, setelah DED selesai dijadikan bahan utama materi. Ia memperkirakan proses finalisasi DED membutuhkan waktu lebih lanjut setelah Agustus 2026.
"Nampaknya perlu sedikit waktu, mudah-mudahan paling lambat pertengahan September," katanya.
Edukasi Dukungan Program Indonesia Bersih 2029
Selain menyampaikan informasi teknis pembangunan, sosialisasi bertujuan mengedukasi masyarakat agar turut mendukung operasional PSEL. Proyek ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden, yakni Indonesia Bersih 2029.
"Harapannya jangka berikutnya mendukung program PSEL sebagai bagian program nasional yang dicanangkan Presiden: Indonesia Bersih 2029," ujar Bambang.
PSEL Piyungan dirancang untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, menjawab persoalan kapasitas TPA Piyungan yang selama ini melayani tiga kabupaten/kota di DIY.